Kadis Asman Genjot Kelompok Wanita, Ketua DPRD Bone Gaspol

BONEPOS.COM, BONE - Ketua DPRD Kabupaten Bone, Irwandi Burhan, merespons positif langkah yang dihadirkan jajaran Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Bone.

Hal itu setelah Irwandi Burhan bersama Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Bone, Andi Asman menyalurkan bibit dan benih kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) dan masyarakat Desa Masenrengpulu, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Selasa (23/6/2020).

Tidak hanya Masenrengpulu, kegiatan seperti ini juga dilakukan di dua titik lagi sebagai calon pelaksanaan program P2L adalah Desa Matampabulu dan Desa BarakkaE.

Irwandi Burhan mendukung program pemanfaatan lahan pekarangan rumah. Diakuinya, ada banyak manfaat yang bisa dirasakan masyarakat.

"Program sangat baik. Untuk aspek kesehatan, juga menjaga asupan gizi masyarakat," ujar Irwandi, kepada Boneposcom.

Irwandi juga salut dengan semangat kerja yang ditunjukkan jajaran Dinas Ketapang Bone dalam rangka mendorong dan mengedukasi masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan.

Dinas Ketapang Bone memang terus menggenjot program Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Terlebih dalam kondisi di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) saat ini.

Dikatakan Kadis Ketapang Bone, Andi Asman Sulaiman, penguatan program P2L, juga sebagai salah satu upaya membantu masyarakat di tengah pandemi.

"Lahan yang semula 'tidur', bisa digarap dengan maksimal sehingga mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari," jelas Asman.

Bukan itu saja, kata Asman, dari lahan pekarangan produktif tersebut, bisa mendatangkan pundi-pundi Rupiah bagi masyarakat.

"Kalau hasil dari pekarangan yang dikelola lebih, bisa dijual. Apalagi sudah beroperasi Toko Tani Indonesia," ujarnya.

Kehadiran Toko Tani Indonesia di Kabupaten, sebut Asman, membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga sesuai kantong. Lantaran tidak memburu keuntungan.

"Juga Toko Tani Indonesia ini bisa sebagai tempat menjual hasil pertanian masyarakat," ungkapnya.

Asman melanjutkan, dia berencana menjadikan Lampoko sebagai daerah study tiru ke depannya.

"Target kami, Desa Lampoko ada di setiap kecamatan di Bone," akunya.

Gelaran ini juga diikuti Kabid Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan, Kasi Konsumsi Pangan, penyuluh Lamuru, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan. (ril)