Workshop Poligami Bikin Geger, Biaya Mahal Garansi Istri Mau Dipoligami

Poster Workshop Poligami

BONEPOS.COM - Warganet tengah dihebohkan dengan beredarnya sebuah poster workshop bertema poligami, yang bertajuk “Full Day Workshop: Mindset Sukses Poligami,” acara ini diagendakan digelar pada 5 Juli mendatang.

Acara yang diwacanakan Robbanian Family ini memiliki misi sebagai berikut “Sebuah workshop poligami untuk menata Mindset Bahagia, agar peserta mudah mengamalkan Syariat Poligami dalam keluarga besar penuh berkah,” tulis keterangan.

Workshop dipandu Coach Hafidin. Ia disebut-sebut sebagai "pakar" poligami dan sudah menjalaninya selama 20 tahun dengan empat istri serta 24 anak.

Pelatihan ini terbatas hanya boleh diikuti pria, dan maksimal kuota peserta sebanyak 30 orang. Biaya pendaftaran workshop terbilang fantastis, sejumlah Rp 4.749.000 per peserta. Adapun fasilitas yang ditawarkan seperti hotel full AC, makan siang, coffee break dua kali, hingga hand book.

Terdapat beberapa materi yang akan disampaikan dalam workshop itu, seperti istri menolak poligami, mudah mengamalkan syariat poligami, 65 persen cara sukses poligami, dan manajemen keluarga bahagia. Coach Hafidin menjanjikan dengan ikut pelatihan ini maka istri peserta tidak akan menolak dipoligami.

Siapa Robbanian Family? 

Organisasi dengan slogan “Spiritual Improvement To Get Happiness” ini nampaknya baru mulai muncul ke permukaan pada Mei lalu. Semua akun media sosialnya baru dibuat pada Mei 2020 dengan setiap posting ditandai lokasinya berada di Kota Serang, Banten.

Hafidin yang menjadi instruktur pelatihan adalah motor Robbanian. Akun Robbanian penuh dengan wajahnya dan berbagai kampanye tentang poligami dan jawaban terhadap kritik dan pertanyaan.

Salah satunya adalah tudingan bahwa mau menjadi istri kedua dan seterusnya dalam pernikahan sama saja dengan pelakor. Robbanian Family, mengatakan poligami bukanlah merebut suami orang lewat postingan berikut:

Adakah yang benar-benar mengikuti pelatihan yang bianya jutaan itu? Tidak ada dokumentasi baik dari penyelenggara atau ada yang secara terbuka menyatakan sudah mengikutinya.

Dari penelusuran, lebih banyak warganet yang menyoroti soal poligami dan mahalnya biaya pelatihan ketimbang menyatakan ketertarikan untuk ikut serta.

Tidak sedikit dari warganet menyoroti biaya pendaftaran peserta yang cukup fantastis.