Sabar, Insentif Prakerja Bulan ke 2 Cair Pekan Ini

BONEPOS.COM - Ribuan peserta prakerja eluhkan insentif yang tak kunjung cair. Walau sudah menghubungi Customer Care Prakerja, peserta masih belum mendapatkan kepastian pencairan insentif bulan kedua. Padahal, seharusnya insentif sudah bisa mereka dapatkan sepekan lalu, tepatnya tanggal 10 Juni 2020.,

Menanggapi hal tersebut, Rudy Salahuddin selaku Deputi Bidang Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kemenko Perekonomian, berjanji akan mencairkan insentif kartu Prakerja bagi peserta di pekan ini.

Hingga saat ini terdapat 477.971 orang peserta Prakerja yang telah menyelesaikan satu pelatihan dan telah mendapat sertifikat.

Dari jumlah itu, hanya 361.209 peserta yang telah menerima pencairan insentif kartu Prakerja. Sedangkan sisanya belum dibayarkan.

“Beberapa orang memang ada yang insentifnya belum dibayarkan. Dalam minggu ini kita akan keluarkan. Untuk membayarkan insentif itu,” kata Rudy, melalui video conference,

Selain menghentikan pembayaran insentif kartu Prakerja, pemerintah juga untuk sementara belum membuka pendaftaran untuk gelombang 4.

Hal itu sebagai tindak lanjut dari rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta agar pendaftaran kartu Prakerja gelombang 4 dihentikan sementara.

Pada 2 Juni 2020 lalu, KPK telah menyurati Menko Perekonomian. KPK meminta pendaftaran gelombang 4 Prakerja dihentikan sementara. Hingga selesai dilakukan pembenahan dari gelombang sebelumnya.

Pencairan Insentif Tak Perlu Verifikasi BPKP

Manajemen pelaksana telah meminta persetujuan kepada Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, untuk mencairkan insentif kartu Prakerja bagi peserta yang telah menyelesaikan pelatihan.

Dengan demikian, pencairan insentif Prakerja tersebut tak perlu lagi menunggu verifikasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Bagi peserta gelombang 1, 2, dan 3 yang telah menyelesaikan pelatihan dan belum mendapatkan insentif kartu Prakerja, dipastikan akan mendapatkannya pada pekan ini.

”Pembayaran insentif tak perlu tunggu proses verifikasi BPKP. Sudah ditetapkan dengan komite tentang persetujuan insentif bagi yang belum. Untuk batch I hingga 3,” jelas Rudy.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan untuk menjaring 5,6 juta peserta dalam program kartu Prakerja hingga November 2020.

Bagi peserta yang lolos akan mendapatkan dana insentif kartu Prakerja cair senilai Rp 3,55 juta per peserta, dengan total anggaran mencapai Rp 20 triliun.

Rinciannya, Rp 1 juta yang digunakan untuk membeli paket pelatihan. Kemudian insentif sebesar Rp 600.000 per bulan selama 4 bulan. Sisanya uang survei masing-masing Rp 50.000 untuk 3 kali survei. (Atk/ril)