Kasi Pidsus Buka Suara Soal Tuntutan 3 Terdakwa Kasus PAUD

BONEPOS.COM, BONE - Tiga terdakwa kasus korupsi dana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Bone akhirnya telah menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (1/7/2020) setelah beberapa kali sempat tertunda.

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Imdad Mahatfa Virya membacakan tuntutan yang berbeda dari ke tiga terdakwa.

Terdakwa Muh. Ikhsan dan Sulastri dituntut 3 tahun kurungan subsider 3 bulan, sementara Masdar dituntut 7 tahun kurungan penjara.

Menurut Kasi Pidana Khusus Kejari Bone Andi Kurnia yang dikonfirmasi menuturkan, tuntutan ketiga terdakwa berbeda karena sesuai peran masing-masing dan melihat fakta-fakta yang ditemukan pihaknya.

"Mereka bersama-sama dalam melakukan tindak pidana, tapi pertama Masdar itu adalah intelektual sadar dalam kerugian negara, karena Masdar membohongi Sulastri dan Ikhsan dari harga buku Rp5.250 ke Rp8.500," kata Kurnia, Kamis (2/7/2020).

Tambah Kurnia, dari ketiga terdakwa ini membohongi negara kembali dari harga buku Rp8.500 ke Rp20.000 dan dari situ terdakwa Masdar sudah mendapatkan keuntungan 2 kali lipat.

"Selain itu terdakwa Masdar tidak mengembalikan uang yang telah dinikmati dalam jumlah besar, sehingga tuntutannya pun jelas harus berbeda lebih tinggi dari kedua terdakwa lainnya," tambahnya.

Sebelumnya, dalam kasus korupsi Dana PAUD ini, Dirkrimsus Polda Sulsel menetapkan 4 orang tersangka, yakni Masdar, Ikhsan, Sulastri dan Erniati yang diketahui sebagai Kepala Bidang PAUD.

Namun di fakta persidangan Jaksa tidak menemukan bukti kuat keterlibatan Erniati dalam kasus PAUD ini, begitupun dari keterangan 3 terdakwa lainnya yang tidak menyebutkan nama Erniati dalam persidangan. (her/ril)