BREAKING NEWS: Anggota DPRD di Sulsel Positif Covid-19

BONEPOS.COM - IST Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Luwu Utara, Komang Krisna

BONEPOS.COM, LUWU UTARA -  Satu lagi warga Luwu Utara terinveksi positif Corona Virus Desease (Covid-19). Tambahan satu orang ini adalah AN (45), warga Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan

Diketahui, AN adalah anggota DPRD Luwu Utara yang beberapa hari lalu dinyatakan reaktif dari hasil Rapid Test yang dilakukan Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan Luwu Utara. Sedangkan yang satunya dinyatakan negatif, bukan anggota Dewan sebagaimana pemberitaan yang lalu, tetapi salah satu sopir di DPRD Lutra.

Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Luwu Utara, Komang Krisna SKM Sabtu (4/7/2020) membenarkan bila yang terpapar Covid-19 hasil uji PCR di BBLK Makasar adalah anggota DPRD Luwu Utara.

"Hasil uji swab di BBLK wakil rakyat itu dinyatakan positif, sedangkan yang satunya yakni sopir hasilnya negatif," ujar Komang.

Adanya tambahan satu orang, lanjut Komang total warga Luwu Utara yang tepapar Virus Corona menjadi 53 orang, sedangkan yang sembuh sebanyak 38 orang.

"Kasus yang satu.ini terdeteksi setelah sebelumnnya dilakukan Rapid Test di posko TGC Diskes didapatkan hasil reaktif," ujar Komang.

Menurut Komang wakil rakyat yang terpapar Corona itu sebenarnya datang ke posko TGC dalam rangka meminta surat keterangan Rapid Test karena mereka akan menggunakannya untuk keperluan perjalanan dinas ke Makassar.

"Mereka akan ke Makassar, butuh keterangan bebas Corona, tapi hasilnya reaktif kemudian positif hasil uji Swab," ucapnya.

Dengan kejadian tersebut tim gerak cepat akan melakukan kontak tracing terhadap kasus tersebut terutama mereka yang pernah kontak erat dengan kasus positif tersebut.

"Makanya untuk kemudahan dan kelancaran pelaksanaan kontak tracing kami berharap yang pernah kontak dengan Positif tersebut dengan sukarela memeriksakan diri di posko TGC," harapnya.

Kata Komang, Ahli epidemiologi Unhas, Prof Ridwan Amiruddin, berujar hingga saat ini tingkat kepatuhan dan disiplin masyarakat akan bahaya Covid-19 masih sangat rendah, yakni 35 persen, padahal untuk mencegah oenularan Covid-19 masyarakat harus patuh.

"Ada tiga Kunci memenangkan pertarungan ini yaitu pertama disiplin, kedua disiplin, ketiga disiplin atau 3D," tutupnya. (jus/ril)