Calon Ulama Unismuh Tidak Boleh Menikah Selama Pendidikan, Begini Alasannya

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Calon Mahasantri Pendidikan Ulama Tarjih (PUT) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengikuti wawancara.

Wawancara tersebut terkait penguatan komitmen bagian dari seleksi penerimaan mahasantri baru setiap tahun akademik, Minggu (5/7/2020) di kampus PUT, Rusunawa C Unismuh Makassar.

Materi selama wawancara yakni Kebijakan Umum PUT oleh Direktur PUT, Dr. KH. Abdullah Renre, M.Ag; Kebijakan Tata Kelola Akademik dan Administrasi oleh Sekretaris PUT, Dr. Dahlan Lama Bawa, M.Ag.

Ke-PUT-an dan Kehidupan Asrama oleh Kepala Asrama PUT, KM Muh. Ridwan Amin, dan bidang Kemahasiswaan dan Kehidupan Organisasi oleh Ketua Ikatan Mahasiswa Tarjih Muhammadiyah (IMTM) PUT Unismuh Makassar.

Di akhir wawancara, calon maba menandatangani pernyataan komitmen. Salah satu komitmennya adalah tidak boleh menikah selama mengikuti pendidikan agar fokus persiapkan diri menjadi Ulama Tarjih Muhammadiyah.

Calon Mahasantri mengikuti wawancara 16 orang dari 27 orang pendaftar, selebihnya terhalang kedatangan ke Makassar karena Covid-19, seperti dari Flores dan Lembata NTT, serta dari Seko Luwu Utara.

Mereka akan mengikuti wawancara daring (online) untuk mengisi 20 kuota maba PUT yang tersedia setiap tahun.

Calon maba berasal dari Nunukan Kalimantan Timur dan Sorong papua Barat. Mereka diutus oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat.

Direktur PUT, Dr.KH.Abdullah Renre menuturkan, selain mengikuti PUT, mahasantri PUT juga mengikuti kuliah formal di salah satu prodi di FAI Unismuh Makassar, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Hukum dan Ekonomi Syariah, Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Ahwal al-Syakhsyiyah dan Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI).

Angkatan sebelumnya terdistribusi di Prodi PAI, PBA dan Ahwal. Tahun 2020 akan menjadi Mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling Islam yang merupakan prodi baru di Unismuh Makassar.

Sekretaris PUT, Dr Dahlan Lama Bawa melanjutkan, setelah wawancara, panitia akan melakukan seleksi berkas dan yang dinyatakan lulus akan diberi SK sebagai mahasantri baru penerima beasiswa dalam bentuk BPP, SPP, dan subsidi biaya asrama, air, dan listrik, sedangkan biaya hidup ditanggung oleh PDM pengutus dan atau oleh orang tua wali mahasantri.

Calon mahasantri diberi kesempatan untuk melengkapi berkas hingga 10 Juli 2020. (lla/yya/ril).