Pj Wali Kota Rudy Targetkan Corona Dikendalikan Akhir Juli, Ini Caranya

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Kota Makassar sebagai ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki episentrum tertinggi terhadap penyebaran virus Corona (Covid-19) mendorong pemerintah Kota Makassar memacu langkah serius menekan angka penyebaran.

Keseriusan itu dibuktikan dengan melakukan pencanangan gerakan bersama percepatan penanganan virus Corona (Covid-19) yang dikemas dalam bentuk upacara resmi.

Gelaran itu dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Nurdin Abdullah.

Dalam sambutannya, Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Prof. Rudy Djamaluddin menyampaikan, pencanangan bersama ini dilakukan atas tiga langkah utama, yakni edukasi massif.

Kedua, kegiatan perspektif massal seperti melakukan disinfektan massal dan pembatasan pergerakan keluar masuk kota Makassar.

Ketiga, saling bersinergi antara seluruh elemen yang ada.

“Tiga langkah ini kami yakini bisa cepat menurunkan angka-angka positif Covid-19 di Makassar. Kita ingin perkecil potensi -potensi penularan dengan langkah tersebut. Seperti mematuhi protokol kesehatan pastinya. Insya Allah kalau masyarakat patuh kita bisa menemukan puncak penyebaran dan kita akan melihat kurva menurun di akhir bulan Juli ini. Itu target kami,” jelas Rudy.

Tak hanya tiga unsur tersebut, Rudy juga akan segera mengeluarkan perwali untuk mendukung lancarnya proses penekanan penyebaran virus.

“Mungkin kamis atau hari Jumat, minggu ini,” sambungnya.

Rudy menuturkan, dalam pergerakannya ke depan ia akan menyasar 15 kecamatan, 153 Kelurahan, 900 RW, 4000an RT, 325 kafe dan resto, 415 warung kopi, 18 pasar tradisional, 11 pusat pembelanjaan atau mal serta tempat umum lainnya.

“Sesegara mungkin kita akan membentuk tim untuk memassifkan kegiatan ini yakni kita bentuk 1.000 orang dari RT/RW, 1.000 personel TNI Polri, unsur organisasi, seluruh camat, 14 kapolsek, 47 kepala puskesmas, seluruh lurah, Seluruh babinsa dan kambtimas akan bergerak menjalankan tiga unsur yang tadi,” paparnya.

Rudy berharap, semoga kegiatan pencanangan ini bisa berjalan dengan maksimal agar paparan penyebaran virus ini dapat segera terkendalikan.

Harapan tersebut senada dengan harapan besar Gubernur Sulsel, Prof. Nurdin Abdullah.

Nurdin menegaskan, jika kasus penyebaran Covid-19 di Kota Makassar terselesaikan maka 80 persen kasus positif di Sulawesi Selatan ikut terselesaikan.

“Covid-19 ini kalau Makassar selesai, 80 persen kasus positif di Sulsel selesai. Kemarin saya kumpulkan seluruh bupati dan wali Kota, keluhannya satu tolong selesaikan soal kasus Makassar. Banyak warga kita kembali ke daerah malah menjadi penular ke daerahnya,” ujarnya.

Karenanya, gerakan ini lahir dengan harapan agar pemerintah Kota Makassar bisa lebih bersinergi bersama seluruh jajarannya.

“TNI Polri sudah bekerja maksimal dan kita harap pemerintah kota bersama camat, lurah dan RT/RW bisa berkolaborasi dengan baik lagi. Apalagi didukung tokoh agama, tokoh perempuan, dan tokoh pendidik. Maka penyebaran virus ini bisa cepat terselesaikan,” bebernya.

Nurdin pun telah menyiapkan reward untuk RT/RW yang berhasil mengeluarkan daerahnya dari zona merah.

“Siapa cepat dia yang dapat itu reward. Ini sudah lama kita siapkan,” pungkas Nurdin. (ril)