Gara-gara Miras, 2 Nyawa Melayang di Bone

Foto: ilustrasi/Internet

BONEPOS.COM, BONE - Tiga hari belakangan ini, warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dihebohkan dengan dua kasus pembunuhan di dua wilayah berbeda.

Minuman keras (Miras) diduga jadi pemicu aksi pembunuhan itu.

Dua kasus pembunuhan tersebut terjadi di Desa Tonronge, Kecematan Lappariaja dan di Dusun Lappa Macelling, Desa Gona, Kecamatan Kajuara, Bone.

Dalam dua kasus ini, dua orang korban yang sama-sama berjenis kelamin pria, tewas akibat tikaman temannya sendiri.

Kasus pertama terjadi di Desa Tonronge, Kecematan Lappariaja, Bone, Jumat (3/7/2020) lalu. Dalam kasus ini, korban adalah IW (29), sedangkan pelakunya adalah WI (31).

Meski sempat melarikan diri usai menghabisi nyawa IW, tak sampai 24 jam pasca kejadian, Polisi akhirnya berhasil membekuk WI dan menjebloskannya ke penjara.

Kasus kedua terjadi di Dusun Lappa Macelling, Desa Gona, Kecamatan Kajuara, Bone, Minggu (5/7/2020) lalu dengan korban yakni RT (25) dan pelakunya adalah FL (26).

Yang membuat geger, detik-detik aksi pelaku menghabisi nyawa korbannya itu, sempat terekam kamera pemantau CCTV milik warga setempat. Sehingga Polisi tidak kesulitan untuk menangkap para pelaku.

Adapun perkembangan kasus ini, selain FL, Polisi juga menetapkan 4 (empat) orang tersangka lainnya, yakni AD (50) orang tua FL, kemudian AR (19), RM (32) dan BB (35).

Dari dua kasus ini, terungkap fakta bahwa minuman keras diduga jadi pemicu terjadinya kasus pembunuhan itu, dimana pelaku dan korban sempat minum miras bareng.

Anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Golkar Andi Rio Idris Padjalangi pun angkat bicara terkait kasus pembunuhan ini.

Menurut Rio, mudahnya akses untuk mendapatkan minuman keras menjadi salah satu pemicu maraknya tindak kriminal di kalangan warga di Bumi Arung Palakka, khususnya para remaja.

"Aparat kepolisian harus bekerja ekstra dengan mengintensifkan razia terhadap peredaran dan penyelundupan minuman keras di Bone ini. Ini tidak boleh dibiarkan," tegasnya.

Menanggapi kasus pembunuhan tersebut, Kapolres Bone, AKBP Try Handako Wijaya Putra menuturkan, pihak Reskrim sudah menangani persoalan tersebut.

"Upaya sudah dilakukan ops miras ballo oleh Polres dan Polsek," ucap Try Handako, kepada Boneposcom.

AKBP Try Handako menyarankan agar dalamlm situasi Covid-19 ini, agar kiranya peran tokoh masyarakat, tokoh pemuda, instansi pemerintah untuk ikut serta membantu dalam menciptakan keamanan yang ada.

"Terutama menyadarkan generasi muda agar menjadi pemuda yang bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat dan kabupaten Bone," tandasnya. (ril)