Sakit Hati Dicuekin Wanita, Pemuda Soppeng Bikin Akun Palsu Foto Perempuan

BONEPOS.COM, BONE - Seorang pemuda warga Kabupaten Soppeng terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian Sektor Tanete Riattang. Lantaran, diduga terlibat kasus UU ITE.

Dia diketahui berinisial ARP (26) warga jalan Lompo, Kecamatan Lalebata, Kabupaten Soppeng. Sementara korbannya diketahui berinisial SM (22) warga Jalan HOS Cokroaminoto, Watampone.

ARP telah membuat akun fake atau akun palsu di media sosial dengan menggunakan foto korban, kemudian dia menuliskan komentar open badget (buka harga) dan memasang nomor HP milik korban di akun tersebut.

Tidak hanya itu, pelaku juga menuliskan kalimat "Cewe tidak tahu diri orang sudah beristeri tetap masih dipanggil sayang mau jadi apa, jadi pelakor atau mau dibiayai," tulis ARP di akun tersebut dengan foto korban.

Korban merasa keberatan dan mencoba mencari tahu siapa yang membuat akun tersebut dan setelah pelaku dan korban bertemu, akhirnya diketahui sosok pelaku pembuat akun fake adalah ARP.

Tak ayal, ARP langsung dibawa ke Polsek Tanete Riattang.

Korban saat ditemui di Polsek Tanete Riattang menceritakan kronologinya, dimana dia dan pelaku ini memang berteman sejak 2018 lalu, namun seiring berjalanya waktu, korban lalu cuek terhadap pelaku.

"Awalnya saya cuekin kak, kemudian dia selalu meneror saya di WhatsApp, makanya dia buat akun palsu dengan memakai foto saya dan menulis kalimat-kalimat yang buat saya malu," ujar SM saat diwawancarai Boneposcom.

Lanjut kata SM, awalnya pelaku tidak mengakui kalau dirinyalah yang telah membuat akun tersebut, namun saat handphone miliknya diperiksa korban menemukan bukti pembuatan akun palsu tersebut.

Sementara pelaku, ARP yang ditemui mengakui kalau dia yang membuat akun tersebut. Hal itu dia lakukan karena kesal dicuekin oleh korban.

"Iya, saya yang buat. Saya buatnya pas bulan Ramadan kemarin," ujar ARP.

Keberatan dengan perbuatan pelaku, korban pun mendatangi Mapolsek Tanete Riattang untuk melaporkan kejadian ini.

Kanit Reskrim Polsek Tanete Riattang Iptu Samson yang ditemui membenarkan, bila korban datang ke kantor untuk bisa di mediasi dan meminta pertanggunjawaban pelaku.

"Iya, tadi korban datang ke kantor bersama pelaku. Sementara masih diselidiki oleh anggota piket," beber Iptu Samson. (her/ril)