IGHI Kawal Khusus Nasib PPPK

FOTO: Ketua IGHI Kabupaten Bone, Andi Arpinas

BONEPOS.COM, BONE - Guru honorer yang telah dinyatakan lulus tes sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) masih terus memperjuangkan kejelasan nasibnya.

Dengan kondisi itu, Ketua Ikatan Guru Honor Indonesia (IGHI) Kabupaten Bone Andi Arpinas prihatin akan nasib guru honorer yang sudah lulus PPPK itu.

Arpinas menegaskan, IGHI Kabupaten Bone tidak akan tinggal diam dan siap mengawal terhadap nasib guru honorer yang sudah lulus PPPK tahun 2019 lalu dengan mendesak pemerintah pusat untuk segera menerbitkan SK pengangkatan sebagai syarat penggajian PPPK.

Selain itu, pihaknya juga mendesak DPRD pusat maupun daerah untuk serius memperjuangkan nasib guru honorer PPPK yang nasibnya digantung sampai hari ini.

Sehubungan dengan hal tersebut, honorer Kabupaten Bone meminta kepada pemerintah daerah, anggota DPRD dan semua pemangku kepentingan dan kewenangan untuk memperhatikan nasib teman-teman honorer itu.

"Kami mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk mengusulkan secepatnya Perpres honorer P3K dan honor lainnya. Begitu pun honorer K2 yang belum lulus PPPK dan CPNS, kami minta DPRD Bone dan pusat menyelesaikannya," tegas Arpinas.

"Jangan hanya pada saat Pilkada dan Pilpres dibutuhkan suaranya tapi setelah itu dibuang begitu saja tanpa memperhatikan nasib mereka," ungkap Andi Arpinas.

Perlu diketahui ada kurang lebih 500 orang yang sudah lulus P3K dan kurang lebih 10.000 honorer lainnya baik yang bekerja di instansi pemerintah maupun swasta, mereka butuh perhatian dan uluran tangan dari pemerintah. (sug/ril)