Pemuda Pallime Geruduk Kejari Bone, Laporkan Soal Aroma Korupsi Dana Desa

BONEPOS.COM, BONE - Forum Kerukunan Pemuda Pallime (FKPP) ramai-ramai mendatangi kantor Kejaksaan Watampone Jalan Yos Sudarso Watampone, Kamis (9/7/2020) siang.

Kedatangan FKPP ini, untuk melaporkan Kepala Desa Pallime Kecamatan Cenrana atas dugaan tindak pidana korupsi pada anggaran Dana Desa tahun 2017.

Kedatangan mereka langsung diterima Kajari Bone Eri Satriana, Kasi Intel Andi Alam, Kasi Pidsus Andi Kurnia dan Kacabjari Pompanua M.Yusran.

Kasi Intel Kejari Bone Andi Alam yang ditemui mengatakan, Forum Kerukunan Pemuda Pallime melaporkan adanya dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh Kepala Desa Pallime terkait Anggara Dana Desa tahun 2017.

"Inti pelaporannya terkait dugaan penyimpangan Dana Desa Tahun 2017, tapi kita belum dalami lebih jauh. Namun informasi awal tadi ada beberapa item yang dilaporkan," beber Andi Alam.

Lanjut kata dia, untuk langkah selanjutnya pihaknya akan mendalami laporannya dan melakukan pengumpulan data dan mencari keterangan, dan perkembangannya akan disampaikan ke pelapor.

Sementara itu, Fadil Akbar salah satu perwakilan dari FKPP yang diwawancarai mengatakan, laporannya terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa tahun 2017.

"Jadi ada beberapa item pekerjaan yang menggunakan Dana Desa yang kami anggap ada penyimpangan, salah satunya adalah pengadaan mesin katinting kepada warga mampu yang tidak sesuai," ujar Fadil.

Lanjut menurut dia, Kepala Desa Pallime Isnaeni telah melakukan pengadaan mesin kapal katinting berjumlah 10 unit dengan menggunakan Anggaran Dana Desa tahun 2017 namun yang terjadi hanya 2 unit yang dibeli, selain itu juga ada pengerjaan jalan yang tidak sesuai volume.

Untuk itu Fadil berharap, kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini dan mengadili pelaku-pelaku kejahatan kejahatan khususnya di Kabupaten Bone.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Pallime, Isnaneni yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler bilang, tidak ada pengadaan mesin katinting yang menggunakan Dana Desa tahun 2017. Yang ada tahun 2019 sebanyak 15 unit.

"15 unit ini semuanya sudah disalurkan. Sementara untuk pembangunan jalan tahun 2017, semuanya sudah selesai dikerjakan," dalih Isnaeni. (her/ril)