Soal Protokol Kesehatan, Begini Sikap PBNU

BONEPOS.COM, JAKARTA - Menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini merupakan salah satu cara mencegah penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Seperti diketahui, virus tersebut dapat menular melalui percikan yang dikeluarkan dari mulut atau hidung yang jatuh di tangan, pakaian, pintu dan tempat-tempat umum lainnya.

Pentingnya penerapan protokol kesehatan juga diamini Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj.

Said menegaskan, mengikuti protokol kesehatan merupakan suatu kewajiban yang harus diikuti seluruh masyarakat.

“Wajib hukumnya mengikuti protokol Kesehatan, jangan sampai kita mencelakai diri kita dan orang lain,” ujarnya.

Lebih lanjut, Said Aqil mengungkapkan, menjalankan protokol kesehatan merupakan ikhtiar untuk menyelamatkan diri sendiri dan juga orang lain.

“Sering cuci tangan pakai sabun, jaga jarak dan menggunakan masker. Selalu menggunakan masker dimanapun kita berada merupakan salah satu ikhtiar kita menyelamatkan diri kita dan orang lain,” ucap Said Aqil.

Selanjutnya, Said mengimbau masyararakat untuk tetap disiplin dan waspada .

“Selama masih ada Covid-19 maka kita harus disiplin, hati-hati dan waspada. Covid-19 ini betul-betul nyata, bukan konspirasi ataupun bohong-bohongan,” jelasnya.

Sementara itu, PBNU telah ikut berkontribusi dalam penangan Covid-19 ini, dengan menerjunkan satuan tugas (Satgas) Covid-19 dan memberikan bantuan sembako bagi masyarakat.

“Satgas Covid-19 PBNU tersebar di 227 ribu titik dan bantuan sembilan belas truk sembako telah disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima,” kuncinya. (ril)