Diduga Kasus Narkoba, Uang Panai Raib

BONEPOS.COM - HERMAN Ika, diduga korban pemerasan oleh oknum Polisi

BONEPOS.COM, BONE - Warga di Kabupaten Bone, Ika dilanda rasa bingung. Rp10 juta uang untuk pernikahan hilang. Bagaimana ceritanya?

Gadis asal Bumi Arung Palakka ini, tidak habis pikir. Dengan kondisi yang dialami dirinya bersama calon suaminya, Sulaiman alias Lemang.

Ika mengaku menjadi korban pemerasan oleh oknum anggota polisi yang bertugas di Polres Bone.

Ini bermula, pada calon suami Ika, Sulaiman atas dugaan kepemilikan Narkoba.

Ika bercerita, waktu itu calon suaminya Lemang sedang berada di rumahnya untuk memperbaiki pintu rusak. Saat itu, Ika berada di rumah orang tuanya yang tepat di belakang rumahnya.

Kemudian, Ika mendengar suara pintu belakang rumahnya tertutup dengan keras. Alhasil, dia pun langsung menuju rumahnya untuk mengetahui apa yang terjadi.

"Waktu ke rumah, saya berteriak memanggil Lemang, kenapa pintu belakang ditutup, lalu saya mendengar suara dari dalam rumah mengatakan lewat pintu depan ki dek, akhirnya saya masuk lewat pintu depan," ucap Ika.

Saat Ika masuk ke dalam rumahnya, dia melihat ada dua orang yang disebutkan sebagai polisi. Ika pun lalu bertanya, "kenapa ini pak?".

Salah satu polisi mengatakan, ada narkoba.

Pada saat itu, polisi meminta Lemang untuk menunjukan rumah bandar dimana barang tersebut diperoleh, namun Lemang tak menjawab. Kemudian Polisi pun bilang, bila rumah bandar itu ditunjukkan maka Lemang akan dilepaskan.

Mendengar hal itu, Ika mengaku bersedia menunjukkan rumah bandar itu.

Ika bersama Lemang dibawa polisi untuk menunjukan rumah bandar tersebut, setelah melewati beberapa proses dan telah menunjukan rumah bandar narkoba.

"Saat itu, ada oknum polisi yang masuk ke mobil dan akan menahan saya berdua, padahal kan saya tidak tahu apa-apa dari mana paket sabu itu tiba-tiba ada di Lemang," urainya.

Agar tidak ditahan, oknum polisi, sebut Ika awalnya meminta uang sebesar Rp15 juta. Belakang, oknum polisi lain menjawab, cukup Rp10 juta.

"Pada saat itu, saya tidak langsung setuju, saya bicara dulu dengan calon suami, kebetulan calon suami punya uang Rp10 juta uang yang mau digunakan untuk pernikahan kami, jadi itulah yang kami berikan," ungkapnya.

Tidak terima mendapatkan perlakuan tersebut, Ika lantas melaporkan tindakan pemerasan oknum polisi tersebut ke Propam Polda Sulsel.

Sementara itu, Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Polisi Agoeng Adi Kurniawan membenarkan adanya laporan tersebut, dan saat ini masih dalam penyelidikan.

"Masih kita pelajari dan lidik kembali, kalau terbukti pasti kita proses tuntas kode etik maupun disiplin, secepatnya tim Paminal cek kebenaran info dimaksud," ujar Agoeng, Sabtu (11/7/2020).

Adapun, Kapolres Bone, AKBP Try Handako Wijaya Putra yang dikonfirmasi mengaku, sesuai arahan Presiden untuk perang melawan penyalahgunaan Narkoba.

"Untuk proses pidana narkoba tetap lanjut. Untuk anggota akan dilakukan proses lidik oleh Propam Polda Sulsel," tutur AKBP Try Handako. (her/ril)