Terungkap, Ini Fakta Fakta Soal Anggota DPRD Bone yang Positif Covid-19

BONEPOS.COM - DOK Pengambilan rapid test di Bone beberapa waktu lalu.

BONEPOS.COM, BONE - Kasus positif Corona (Covid-19) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan bertambah 2 orang. Satu diantarnya adalah anggota DPRD Bone. Sabtu (11/7/2020).

Juru bicara Juru Bicara Penanganan Covid 19 drg.Yusuf mengatakan, anggota DPRD berinisial M (47) itu merupakan kasus 29, dimana yang bersangkutan ini memiliki riwayat perjalanan dari Makassar.

Bonepos.com, merangkum beberapa fakta terkait M, anggota DPRD Bone yang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes SWAB.

1. Bolak Balik Makassar

Anggota DPRD Bone, M diketahui beberapa minggu terakhir memiliki riwayat perjalanan dari Makassar bersama dengan S (49) suaminya yang bertugas di Polres Bone yang juga dinyatakan positif Covid-19.

Padahal diketahui, bahwa Gugus Tugas Penanganan Covid-19, menetapkan Kota Makassar sebagai zona merah penularan Covid-19, dimana Makassar adalah klaster terbesar penyebaran Corona di Sulawesi Selatan.

2. Hasil Rapid Test Negatif

Sebelum dinyatakan positif berdasarkan hasil tes SWAB, M bersama dengan suaminya sudah dua kali melakukan tes Covid-19 dengan menggunakan rapid test namun hasilnya negatif atau non reaktif.

3. Sempat Ikuti Rapat di DPRD

Tepatnya pada Senin 29 Juni 2020 lalu, M sempat menghadiri rapat gabungan Komisi di kantor DPRD Bone. Artinya ada rentan waktu 11 hari sebelum M dinyatakan positif Covid-19.

Rapat yang diikuti sedikitnya 20 orang itu juga dihadiri oleh Wakil Bupati Bone, H Ambo Dalle dan Plt Sekda Bone, H Andi Muh Yamin.

Tidak hanya itu, sejumlah Kepala OPD turut hadir dalam rapat antar komisi itu, diantaranya, Kepala Bappeda, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bone H Najamuddin, dan sejumlah staf ahli Bupati.

4. Anggota DPRD Lainnya Minta Dites SWAB

Anggota DPRD Bone, Andi Muh Salam mendesak pemerintah dalam hal ini Gugus Tugas agar segar melakukan tes SWAB terdapa sejumlah anggota DPRD Bone termasuk dirinya.

"Secepatnya harus tes SWAB, saya tidak mau kalau rapid test. Bukan apanya, M juga awalnya di Rapid hasilnya non reaktif ketika di tes SWAB hasilnya positif," ungkap Salam kepada Bonepos.com, Sabtu malam.

Pria yang akrab disapa Lilo ini menyebutkan, tes ini sangat penting mengingat, agenda kunjungan Dewan di Masyarakat sangat padat.

"Ini sangat penting, kami ini sering turun lapangan ketemu konstituen. Kalau rapid test saya ragu, karena meski non reaktif tapi itu bukan jaminan," tegas legislator Nasdem ini.

5. Klaster Baru Penularan Covid-19 di Bone

Pasca adanya seorang anggota DPRD Kabupaten Bone yang dinyatakan positf Covid-19, tidak menutup kemungkinan akan adanya kluster baru "Klaster DPRD Bone" penularan Covid-19 di Bone.

Untuk mengantisipasi hal itu, Juru bicara Juru Bicara Penanganan Covid 19 drg.Yusuf mengaku telah melakukan beberapa langkah-langkah antisipasi diantaranya melacak kontak yang bersangkutan, apakah seluruh Anggota Polres Bone dan DPRD Bone akan dilakukan rapid test.

"Tergantung nanti dari hasil kontak yang bersangkutan," ujarnya kepada Bonepos.com, Sabtu siang tadi. (red/ril).