Hasil Rapid Test Reaktif, PPDP Diganti

BONEPOS.COM, LUWU UTARA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) bekerja sama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 dan Dinas Kesehatan Lutra gelar rapid test terhadap 660 petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) yang tersebar di 173 desa/kelurahan 15 kecamatan.

Rapid test yang dilaksanakan sejak 11 sampai dengan 13 Juli 2020 sumber pembiayaannya anggaran KPU Lutra melalui APBN.

Anggota KPU Lutra, Rahmat mengungkapkan, pasca penetapan PPDP KPU Lutra pada 9 Juli lalu, selanjutnya dilakukan pemeriksaan kesehatan pencegahan penularan Covid-19, yakni rapid test.

"Kami harus mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 dalam pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2020, diantaranya rapid test," jelas Rahmat.

Hari pertama rapid test sebut Rahmat, dilaksanakan di Kecamatan Masamba, Rongkong, Seko, dan Rampi.

Berdasarkan hasil rapid test PPDP di Kecamatan Masamba lanjut Rahmat ada 2 orang dinyatakan reaktif.

"Informasi tim medis TGTPP, bahwa 2 orang PPDP dinyatakan reaktif, hasil reaktif itu belum tentu terpapar Covid-19 makanya akan dilakukan pengambilan dan pemeriksaan swab serta harus isolasi diri," ujar Rahmat.

Terkait adanya PPDP yang dinyatakan reaktif, Rahmat menegaskan, yang bersangkutan diganti, adapun mekanisme penggantiannya adalah panitia pemungutan suara (PPS) di desa/kelurahan mencari pengganti yang memenuhi syarat dan diusulkan ke KPU Lutra.

"PPDP pengganti yang diusulkan PPS tentunya akan menjalani rapid test, mekanisme di atas sesuai surat edaran KPU RI nomor 546," ucapnya.

Apa tugas PPDP? Rahmat menguraikan, yakni melakukan pemutakhiran data pemilih dengan cara pencocokan dan penelitian (coklit) atau faktualisasi dari rumah ke rumah dalam wilayah kerjanya dari 15 Juli sampai dengan 13 Agustus.

Dalam mengemban amanah tersebut, PPDP kata dia wajib memakai alat pelindung diri (APD) seperti pelindung wajah, masker dan kaos tangan. (jus/ril)