2.650 Warga Mengungsi Akibat Banjir Bandang di Lutra

BONEPOS.COM - ISTIMEWA Sedikitnya 2.650 jiwa yang diungsikan akibat bencana banjir bandang di Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

BONEPOS.COM, LUWU UTARA - Banjir bandang yang menerjang 5 Desa di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) menyebabkan aliran listrik mati dan jalur komunikasi yang sulit ditembus.

"Saat ini listrik masih padam, karena terendam lumpur, sehingga bahaya untuk dinyalakan untuk dilakukan pencarian malam hari," ungkap Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, Selasa petang (14/7/2020).

Sementara itu, terkait wilayah yang terparah diterjang banjir bandang, lanjut Indah yakni berada di kelurahan Bone, Kelurahan Bone Dua, dan Kelurahan Radda, Kecamatan Baebunta.

"Sejauh ini baru Radda yang berhasil di jangkau, sementara, Bone masih terisolasi karena adanya lumpur tebal," jelasnya.

Lebih jauh Indah menyebutkan, sedikitnya ada 2.650 jiwa yang diungsikan akibat bencana banjir bandang ini.

"Untuk saat ini yang mengungsi ada 2.650 jiwa, yang dilaporkan hilang di Desa Radda 4 dusun dan di Meli belum ditemukan 56 orang," sebutnya.

Hingga petang ini, kata Indah, upaya pencarian korban telah dihentikan dan akan dilanjutkan pada, Rabu (15/7/2020) pagi besok. (jus/ril).