Gadis 12 Tahun di Pinrang Dipaksa Menikahi Lansia Setelah Disetubuhi Ayah Tiri

Foto: ilustrasi

BONEPOS.COM, PINRANG - Sungguh malang nasib seorang gadis yang masih berusia 12 tahun di Kabupaten Pinrang berinisial NF.

NF dipaksa menikah dengan pria lanjut usia.

Informasi yang berhasil dikumpulkan, NS dipaksa menikahi lelaki yang memiliki usia sangat jauh berbeda dengannya.

Lelaki tersebut diketahui berinisial BR (44), dia diketahui penyandang disabilitas (tuna netra), warga Kabupaten Pinrang.

Mirisnya lagi sebelum dipaksa menikah, NS sempat disetubuhi oleh ayah tirinya bernama Sappa alias Bapa Alif (39).

Kasus ini terungkap setelah video pernikahan mereka viral di media sosial, pernikahan mereka digelar dalam nuansa adat di Kampung Lamajakka, Desa Watang Pulu, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, karena mereka sempat ditolak KUA setempat lantaran masuk kategori pernikahan anak di bawah umur.

Keluarga korban pada saat itu mencoba mengajukan permohonan di pengadilan Agama Pinrang untuk mendapatkan legalitas pernikahan namun sayangnya tidak berhasil.

Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) pun turun tangan untuk melakukan penyelidikan dan hasilnya menemukan fakta baru yang mengejutkan.

P2TP2A mendapatkan informasi, ternyata NS ini sebelum dipaksa menikah dia pernah disetubuhi oleh ayah tirinya. Sehingga P2TP2A langsung melaporkannya ke Polres Pinrang.

Pihak kepolisian Polres Pinrang unit PPA bersama anggotanya mendatangi rumah terduga pelaku kemudian dibawa ke Polres Pinrang untuk dimintai keterangan.

Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Dharma Negara yang dikonfirmasi Bonepos.com, Selasa (14/7/2020), membenarkan kasus tersebut, dan dari hasil penyelidikan pelaku mengakui perbuatannya.

"Iya itu benar, dari keterangan pelaku, dia melakukan aksinya pada Juni 2020 lalu sekitar pukul 19.00 Wita di dalam sebuah kebun," beber AKP Dharma, kepada Boneposcom.

Lanjut Dharma menceritakan kronologi kejadian, pelaku menjemput korban, dimana pada saat itu korban baru pulang dari masjid kemudian datang pelaku menjemputnya untuk diajak pergi membeli telur dengan menggunakan sepeda motor

"Di tengah perjalanan, pelaku singgah di pinggir jalan dan kemudian menggendong korban ke kebun, setelah itu korban dibaringkan dan diancam 'Jangan coba coba kabur', pelaku pun lalu memperkosa korban," papar Dharma.

Dari hasil penangkapan pelaku, Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa 1 set baju piyama

,1 jilbab salat, 1 mini set, 1 sarung , dan 1 unit motor yang digunakan pelaku.

"Saat ini pelaku dan barang buktinya kita sudah amankan di Polres Pinrang guna proses hukum lebih lanjut," kunci Dharma. (her/ril)