[CEK FAKTA] Tidak Benar, Presiden Israel Janji Akan Buat Indonesia Seperti Palestina

BONEPOS.COM - Beberapa hari terakhir ini, warganet khususnya pengguna Facebook ramai membahas soal beredarnya klaim pernyataan Presiden Israel Reuven Rivlin yang mengancam akan membuat Indonesia seperti Palestina.

Klaim tersebut diunggah akun Facebook Muhammad Rehvall, pada 19 Juli 2020. Unggahan akun tersebut berupa tangkapan layar sebuah judul artikel disertai foto Presiden Israel Reuven Rivlin.

"Presiden Israel: Bila Terus Ikut Campur, Kami Berjanji Akan Buat Indonesia Seperti Palestina".

Lantas, benarkah Presiden Israel mengeluarkan pernyataan yang mengancam akan membuat Indonesia seperti Palestina? Simak penelusuran Cek Fakta Bonepos.com.

Penelusuran :

Tim Cek Fakta Bonepos.com melakukan penelusuran terkait klaim tersebut dengan mengunjungi situs Tirastimes sebagaimana hasil tangkapan layar yang diunggah di Facebook tersebut.

Hasilnya, dalam situs Tirastimes, ditemukan artikel dengan judul Presiden Israel: Bila Terus Ikut Campur, Kami Berjanji Akan Buat Indonesia Seperti Palestina.

Dari hasil pengecekan, terungkap jika artikel tersebut diterbitkan pada Rabu, 20 Desember 2017 silam.

Adapun dalam artikel itu, menyebutkan bahwa ancaman Rivlin itu dilontarkan karena situs-situs mereka dibombardir oleh para peretas yang mayoritas berasal dari Indonesia.

Atas hal itu, Rivlin meminta warga Indonesia tidak mencampuri urusan Israel, khususnya para hacker di Indonesia untuk tidak menyerang situs-situs Israel.

Jika permintaan itu tidak diindahkan, Israel bakal menyerang Indonesia, sama halnya seperti Palestina.

"Israel bisa saja menghentikan aksi jika Indonesia tidak ikut campur masalah Israel, kecuali itu perintah atau gabungnya Indonesia dengan PBB. Kalau hanya relawan maupun sekelompok orang yang kami anggap ilegal, kami tidak akan segan-segan membuat nasibnya sama dengan Palestina," ujar Rivlin seperti yang ditulis oleh situs Tirastimes.

Untuk memverifikasi klaim dalam artikel di situs Tirastimes itu, bahwa Rivlin mengancam Indonesia, Bonepos.com melakukan penelusuran melalui mesin pencari Google Search.

Alhasil, pencarian dengan menggunakan kata kunci "Presiden Israel ancam Indonesia" tidak ditemukan sama sekali adanya media mainstream yang memuat berita terkait ancaman itu.

Satu-satunya fakta yang ditemukan dengan judul 'Presiden Israel: Bila Hacker Indonesia Terus Ikut campur, Kami Buat Indonesia Seperti Palestina!', yakni sebuah video yang dimuat di kanal Youtube Gangpro Gaming.

Dalam video yang berdurasi 2 menit 12 detik tersebut berisikan narasi yang sama persis dengan artikel yang dimuat di situs Tirastimes.

Dalam video itu juga, pemilik akun Youtube Gangpro Gaming mencantumkan deskripsi berupa tautan artikel dari situs Merdeka.com sebagai sumber informasinya.

"Bilang ini Hoax ? wait Bro Ada Artikel nya untuk memastikan liat sendiri ok," sambari menyertakan judul, "Diserang hacker Indonesia, Israel ancam lakukan balasan"

Artikel yang dimuat 22 November 2012 yang dimuat merdeka.com ini menceritakan perang di dunia maya sebagai imbas invasi Israel di wilayah Jalur Gaza, Palestina, ketika itu.

Didorong sentimen solidaritas sebagai sesama negara muslim, beberapa hacker Indonesia menyerang sejumlah server dan situs Israel.

Tak lama kemudian, otoritas keamanan internet Indonesia (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure/IDSIRTI) mengabarkan adanya pemberitahuan dari otoritas internet Israel bahwa mereka bakal melakukan serangan balasan terhadap DNS server Indonesia yang menyasar domain-domain berakhiran .id.

Ketua Umum Pengelola nama Domain Internet Indonesia (Pandi) Andy Budimansyah mengaku sudah mendengar informasi tersebut. Namun dari hasil pemeriksaan sementara, belum ada serangan dilancarkan hacker Israel ke domain Indonesia.

Kesimpulan :

Berdasarkan pemeriksaan tim Cek Fakta Bonepos.com, klaim bahwa Presiden Israel Reuven Rivlin janji bikin Indonesia seperti Palestina jika terus ikut campur adalah klaim yang keliru atau tidak benar.

Faktanya, tidak ditemukan adanya informasi dari otoritas resmi maupun pemberitaan media-media mainstream yang memuat berita terkait ancaman Presiden Israel itu.

Untuk itu, jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. (red/ril).