Pemerkosa Gadis 14 Tahun di Bone, Punya 2 Istri dan 12 Anak

BONEPOS.COM, BONE - PL (57) warga Desa Tellu Boccoe Kecamatan Ponre Kabupaten Bone yang merupakan pelaku pencabulan anak kandung, kini sudah mendekam di Sel Tahanan Polres Bone.

FL harus merasakan dinginnya suasana di balik jeruji besi, sambil bercampur dengan pelaku kriminal lainnya, atas perbuatan bejatnya telah menggauli gadis 14 tahun yang tak lain anak kandungnya sendiri.

Di balik semua itu, tim Redaksi boneposcom berhasil menemukan sejumlah fakta perbuatan pelaku terhadap korban FR (14).

Dari pengakuan istri pelaku atau ibu korban, BC (48), pelaku diketahui memang mengalami kelainan seksual. Hal itu memang sudah ia rasakan sejak lama menikah. Pelaku selalu minta untuk dilayani berhubungan badan ke ibu korban.

Bahkan ibu korban sendiri pernah sempat meninggalkan PL karena sudah tak sanggup melayani suaminya. Namun, kembali lagi karena PL berjanji akan berubah, namun kenyataannya tidak.

"Dia (PL) memang tidak sehat. Berapa kali saya lari dari dia, saya baru kembali lagi ke dia sebelum puasa kemarin. Karena tetangga saya mau kalau saya rujuk kembali sama dia, tetangga saya bilang kalau suami saya katanya sudah tobat," beber BC saat ditemui di Polres Bone.

BC juga mengatakan saat suaminya menggauli anaknya itu terjadi pada Ramadan, dimana dia sedang berada di kebunnya, dan 2 hari setelah itu dia melakukannya lagi.

Menurut pengakuan korban, pelaku mengancamnya dengan sebuah badik sehingga korban ketakutan dan pasrah.

"Awalnya saya curiga kenapa anak saya tidak haid beberapa bulan, jadi saya panggil dan bertanya serius, anak saya kemudian menangis dan akhirnya jujur, pantas anak saya ini ketakutan sekali kalau melihat ayahnya," tambahnya.

Selain itu, dia juga mengatakan, kalau dirinya adalah istri kedua dari pelaku. Istri pertama pelaku meninggalkannya karena persoalan yang sama.

Di istri pertama, pelaku dikaruniai 10 anak, sementara di istri kedua memiliki 2 orang anak, korban merupakan anak kedua atau bungsu.

Korban FR (14) yang ditemui di Mapolres Bone terlihat ketakutan dan mengalami trauma cukup berat. FR terlihat selalu menunduk seolah sangat malu dan sesekali berbicara ketika ditanya oleh penyidik.

Sementara pelaku saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan di Polres Bone, Tersangka dijerat pasal 81 ayat 1 tentang Undang-Undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (her/ril)