Dokter FKTP Dapat Pencerahan Terkait Diagnosa Program Rujuk Balik, Ini Manfaatnya

BONEPOS.COM, BONE - Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sebagai gate keeper pelayanan. Jelas memiliki fungsi pelayanan kesehatan yang bersifat non spesilistik dan juga diharapkan dapat menata laksanakan pasien kronis stabil yang dirujuk balik dari Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL)

Sebagai upaya transfer and update knowledge dari dokter spesialis kepada dokter FKTP terkait penyakit yang masuk dalam diagnosa Program Rujuk Balik khususnya Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dan Penyakit Asma, maka BPJS Kesehatan Cabang Watampone gelar Mentoring Spesialis dengan mengundang dokter spesialis penyakit dalam RSUD Datu Pancaitana sebagai mentor, Senin (27/7/2020).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk diskusi, studi kasus atau sharing/ pemberian informasi terkait kasus pengelolaan penyakit kronis, khusus Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dan Penyakit Asma.

Gelaran ini dihadiri dokter umum FKTP yang ada di Kabupaten Bone dengan tetap mengikuti protokol kesehatan seperti menjaga jarak, mengenakan masker, serta menggunakan hand sanitizer selama kegiatan

“Harapannya, melalui kegiatan tersebut dapat menambah pengetahuan dokter FKTP dalam menegakkan diagnosa serta menata laksanakan Penyakit Asma dan PPOK di FKTP masing-masing sesuai kompetensinya,” papar Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Kantor Cabang Watampone, Kamaluddin Fakih.

Latar belakang dari kegiatan tersebut adalah berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional disebutkan bahwa: Fasilitas Kesehatan penerima rujukan (FKRTL) wajib merujuk kembali peserta JKN disertai jawaban dan tindak lanjut yang harus dilakukan jika secara medis peserta sudah dapat dilayani di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang merujuk,

“Acara ini sangat bermanfaat karena dapat menambah ilmu sekaligus ajang silturahmi para dokter di FKTP serta menambah pengetahuan kami tentang teknis di lapangan dan penata laksanaannya. Melalui acara ini kami dapat informasi terbaru tentang suatu penyakit, dan kami menjadi lebih terbuka wawasannya,” papar dokter Zaenal Syahid, salah seorang peserta.

Diketahui, Dokter Zaenal adalah juga Kepala Puskesmas Ajangale Kabupaten Bone sekaligus Sekretaris IDI Cabang Bone. (ril)