Komisi III Temukan Proyek Tidak Sesuai Bestek, Kontraktor Bilang Begini

BONEPOS.COM, SINJAI - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sinjai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) soal temuan pekerjaan hotmix yang berlokasi di Kecamatan Sinjai Tengah.

Gelaran tersebut digelar di Ruang Rapar Komisi DPRD Sinjai, Selasa (28/7/2020).

Rapat tersebut dihadiri Kepala Dinas PUPR Sinjai, Konsultan Pengawas, dan PPK.

Salah satu anggota Komisi III dari Partai PPP, Zulkifli Zulfikar dalam rapat tersebut meminta kepada Kadis PUPR untuk mem-blacklist perusahaan "nakal" yang pekerjaan secara asal-asalan atau hanya mengejar keuntungan semata.

"Jika pihak rekanan pekerja proyek tidak mengikuti prosedur agar sekiranya pihak PUPR tidak lagi diikutkan dalam lelang berikutnya dan jika tidak melakukan perbaikan karena hanya mengejar keuntungan semata," ungkapnya.

Sementara itu, Kadis PUPR Sinjai Andi Taufiq Saleh Asapa dalam rapat menegaskan, pihaknya tidak akan menandatangani pencairan jika belum dilakukan perbaikan soal adanya item pekerjaan yang rusak.

"Kita minta untuk dilakukan perbaikan dan agar pihak konsultan pengawas juga menjalankan tupoksinya dengan profesional," jelasnya.

Diketahui, pekerjaan jalan hotmix di Kecamatan Sinjai Tengah yang menggunakan anggaran APBD Tahun 2020 yang dikerjakan PT. Yabes Sarana Mandiri dengan anggaran kurang lebih Rp26 miliar dengan konsultan pengawas PT. Selaras Cipta Makna yang sebelumnya telah ditinjau langsung pihak Komisi III DPRD Sinjai dan menemukan fakta terdapat beberapa titik kerusakan.

Termasuk pekerjaan talud yang juga menurut temuan Komisi III DPRD Sinjai tidak sesuai bestek, dan pihak rekanan mengaku sudah melakukan pembongkaran dan selanjutnya melakukan perbaikan. (una/ril)