Mendagri Salat Iduladha di Masjid An-Nuur, Segini Hewan Kurban Kemendagri

BONEPOS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Muhammad Tito Karnavian menunaikan Salat Iduladha di Masjid An-Nuur, Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jumat (31/7/2020).

Salat Iduladha kali ini, digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Saya memang sudah minta kepada Panitia kita tetap laksanakan (Salat Iduladha) di Kantor karena kita sudah latihan untuk melaksanakan ibadah berjamaah setiap Salat Jumat semenjak new normal di Kemendagri. Kita melaksanakan dan protokolnya sudah cukup bagus, ada yang jaga jarak, ada yang disilang-silang, masker wajib masuk di sini, sabun hand sanitizer semua disiapkan,” beber Mendagri Tito.

Mendagri Tito tiba di Masjid An-Nuur sekitar pukul 06.40 WIB dengan didampingi istri, Tri Tito Karnavian.

Selepas acara Mendagri juga menyerahkan secara simbolis hewan kurban berupa satu ekor sapi berbobot 1,2 ton kepada Ketua Panitia Pelaksana Penyelenggara Iduladha.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Penyelenggara Iduladha yang notabene Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Bahtiar mengucapkan terima kasih atas dukungan Mendagri dan partisipasi seluruh pihak di lingkungan Kemendagri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dalam perayaan Iduladha tahun ini.

Meski di tengah pandemi, jumlah hewan kurban yang diterima panitia justru meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah pada tahun ini di tengah pandemi Covid -19 yang kita hadapi, justru jumlah sumbangan Idul Qurban di lingkungan Kemendagri dan BNPP bertambah. Adapun rekapitulasi mengalami kenaikan 32 persen yang pada tahun sebelumnya sumbangan yang terkumpul berjumlah 46 ekor sapi tahun ini menjadi 58 ekor sapi, pada tahun sebelumnya 25 ekor kambing pada tahun ini 47 ekor kambing,” papar Bahtiar.

Dalam laporannya, Bahtiar menyampaikan terkait mustahiq atau penerima daging kurban, yakni terdiri dari mustahiq internal pada masing-masing komponen, tenaga pengaman dalam, cleaning servis, tenaga pengemudi dan pengurus masjid An-Nuur.

“Kemudian yang kedua adalah Pondok Pesantren Modern Nurussalam SMP Nurussalam, Pesantren di Cikarang, Yayasan dan Masjid lainnya yang terdata pada masing-masing komponen, masyarakat korban banjir Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan, masyarakat kurang mampu Desa Blukbuk Kecamatan Kronjo Kabupaten Tangerang, Yatim piatu asuhan Masjid Al-Muhajirin Jati Cempaka – Bekasi,” kunci Bahtiar. (ril)