Setop Pembangunan Huntara Pengungsi Luwu Utara, Begini Alasan Kemenko PMK 

BONEPOS.COM, LUWU UTARA - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI) Muhadjir Effendy tiba di Kabupaten Luwu Utara, Jumat (31/7/2020).

Sebelum ke area pengungsian, Muhadjir Effendy didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan dan Bupati Luwu Utara juga meninjau langsung lokasi banjir bandang di Kecamatan Masamba Kabupaten, Luwu Utara.

Dalam kunjungannya, Menko PMK RI melihat langsung kondisi para pengungsi di Dusun Petambua Desa Radda dan progres pembangunan hunian sementara untuk pengungsi.

“Ini lokasi kedua yang saya tinjau yang sebelumnya di Masamba, sekarang di pengungsian di Radda,” jelas Muhadjir Effendy.

Di hadapan wartawan, Muhadjir Effendi sarankan Hunian sementara (Huntara) yang tengah dibangun tidak usah dilanjutkan, dimana huntara ini akan dibangun secara permanen menjadi hunian tetap (Huntap).

Muhadjir Effendy juga mengatakan, para pengungsi akan diberikan dana tunai untuk menyewa tempat tinggal sementara sembari menunggu huntap selesai dibangun.

“Saran saya hunian sementara tidak usah dilanjutkan, langsung saja menyiapkan hunian tetap, sementara pengungsi di sini kita beri uang tunai untuk sewa sambil tunggu huntapnya selesai dikerja, atau bisa juga bersama-sama keluarga yang dekat untuk sementara,” ungkapnya.

Saat ini, sekitar 400 Huntara tengah didirikan, sementara pemerintah daerah Luwu Utara memaparkan bahwa jumlah pengungsi yang akan menghuni huntara tersebut sekitar 3.600 jiwa, dimana dari jumlah pengungsi dengan huntara yang disiapkan belum mencukupi.

Sehingga pemerintah melalui Menko PKM RI akan mengalokasikan anggaran sewa tempat tinggal sementara untuk pengungsi lainnya, sembari menunggu pembangunan huntap siap digunakan. (ril)