PKM Desa Aska Sinjai Selatan “Diserbu” Warga, Ada Apa?

BONEPOS.COM, SINJAI - Warga Desa Aska, Kecamatan Sinjai, Kabupaten Sinjai mendatangi Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) di desanya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala UPTD Puskesmas Aska, Agusman melalui pesan singkatnya di WhatsApp, Selasa malam (4/8/2020).

Menurutnya, maksud kedatangan warga Desa Aska untuk menyampaikan ke pihak puskesmas setempat untuk melakukan penjemputan terhadap 3 warga yang dinyatakan positif Covid-19.

"Memang benar pak, warga tadi datang mempertanyakan terkait terlambatnya Penanganan pasien yang postif covid di rujuk ke hotel sinjai," beber Agusman.

Agusman menjelaskan, terkait tuntutan tersebut kita sudah melakukan pertemuan dengan warga yang turut dihadiri Camat Sinjai Selatan, Kapolsek, dan aparat Desa Aska.

"Tuntutan warga sudah kita jelaskan dalam pertemuan tersebut, bahwa bukan persoalan keterlambatan, namun saat kami berkoordinasi dengan pihak hotel Sinjai untuk dirujuk, tetapi pihak hotel saat itu belum bisa menerima dengan alasan kamar lagi penuh dan kami disarankan untuk sementara yang bersangkutan untuk diisolasi mandiri di rumah masing-masing sambil menunggu ada kamar yang kosong," bebernya.

"Setelah kita terus berkordinasi dengan pihak hotel, baru hari ini (Selasa, red) pihak hotel menyampaikan bahwa sudah ada kamar yang kosong dan Alhamdulillah 3 pasien positif tersebut sudah di isolasi di hotel sinjai," sambungnya.

Sementara itu, Camat Sinjai Selatan, Agus Salam saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, turut menghadiri pertemuan tersebut bersama Kapolsek dan Babinsa Desa Aska.

"Saya tadi hadir saat pertemuan dengan warga untuk memantau dan memediasi dan secara umum semua pertanyaan warga telah terjawab, dan memberi jalan untuk penjemputan terhadap warga yang positif Covid-19 untuk diisolasi di hotel Sinjai," ungkapnya.

Secara khusus, harapan masyarakat Desa Aska untuk teknis pelayanan juga telah diserap oleh pihak PKM aska dan akan mendesain lebih apik agar SOP teknis kesehatan tetap menjadi utama untuk dilaksanakan, dan harapan masyarakat dapat dipenuhi sepanjang tidak bertentangan SOP teknis kesehatan itu sendiri.

"Pada dasarnya semua mengedepankan keselamatan masyarakat. Penjabaran itu yang terus menerus membutuhkan komunikasi antara pihak PKM dan masyarakat, baik melalui edukasi, sosialisasi dan media lainnya agar masyarakat tercerahkan dan tidak salah persepsi," pungkasnya. (fan/ril)