Laksanakan Pesta Pernikahan Lebih 30 Orang, Siap-siap Didenda Rp10 Juta

Foto: ilustrasi

BONEPOS.COM, JAKARTA - Bagi Anda yang ingin menggelar pesta pernikahan di tengah pandemi virus Corona (Covid-19), perlu memperhatikan aturan.

Bila abai, maka siap-siap merogoh kocek dalam-dalam. Lantaran, denda Rp10 juta menanti.

Warning!

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum mengeluarkan izin resepsi pernikahan secara besar-besaran di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

Kondisi tersebut ditempuh dalam upaya mencegah penyebaran penularan Covid-19 di Jakarta. Alhasil, Pemprov DKI hanya mengizinkan acara akad nikah dengan jumlah tamu maksimal 30 orang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Cucu Kurnia menjelaskan, masa PSBB transisi ini, pihaknya belum mengeluarkan adanya acara resepsi pernikahan. Dikarenakan sejumlah kasus ditemukan pada klaster pernikahan.

Hal ini juga sesuai Surat Edaran (SE) Kementerian Agama, bahwa akad nikah yang diperbolehkan dengan jumlah 30 orang.

"Protokol kesehatan harus tetap dijalankan," ucap Cucu Kurnia kepada wartawan dikutip dari laman okezone.com, Kamis (6/8/2020).

Cucu melanjutkan, bagi pelanggar aturan akad nikah akan diberikan sanksi. Tidak tanggung-tanggung nilai dendanya Rp10 juta. Jumlah nominal tersebut sesuai Peraturan Gubernur nomor 51 tahun 2020 tentang PSBB transisi.

Apabila dihelat dalam gedung, pengelola gedung bahkan mendapatkan sanksi.

Cucu menambahkan, pihaknya juga masih belum mengizinkan operasional bioskop, tempat fitness, permainan bowling, serta ice skating.

Hal itu tertuang dalam Keputusan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 211 Tahun 2020 dan telah ditandatangani Kepala Disparekraf DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia pada 31 Juli 2020. Perpanjangan berlaku 31 Juli 2020 hingga 14 Agustus 2020. (int/ril)