Curahan Hati Penjual Bendera Pendapatan “Terjun Bebas”

BONEPOS.COM, BONE - Efek pandemi virus Corona (Covid-19), sangat besar. Hal ini pula dirasakan penjual bendera di Kabupaten Bone.

Pedagang bendera dan umbul-umbul mulai bermunculan menjual di pinggir jalan di kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Selain bendera, aksesori turut dijajakan. Bahkan pernak-pernik, gantungan kunci serta bendera hiasan mobil bernuansa merah putih pun turut dijual.

Harga bendera dan umbul-umbul dijual bervariasi, mulai dari harga Rp20 ribu, Rp30 ribu, Rp50 ribu, Rp60 ribu hingga ukuran tarpanjang 10 meter Rp360 ribu. Sedangkan umbul-umbul mulai dari harga Rp25 ribu sampai Rp70 ribu serta aksesori Rp10 ribu dengan berbagai model.

Pedagang bernama Iwan (54) bercerita, dia berasal dari Bandung. Setiap tahun menjual bendera di Bone.

Iwan mengaku, sudah berjualan sejak 20 Juli 2020, namun, saat ini pembeli masih sangat sepi.

"Pembeli tahun lalu ramai hingga 70 persen, sekarang di bawah 50 persen. Kadang dapat Rp100 ribu, kadang sepi," ungkapnya.

Ia menuturkan, penyebab sepinya pembeli lantaran dampak dari wabah Corona. Tidak seperti biasanya, di tahun sebelumnya banyak kegiatan perayaan memasuki Agustus.

Meski telah mendekati puncak hari Kemerdekaan 17 Agustus, namun ia berharap bisa memperoleh omzet lebih banyak dari hari-hari sebelumnya. (sug/ril)