Bone Penghasil Beras Tertinggi Ketujuh di Indonesia, AAP Bikin Catatan Khusus

BONEPOS.COM, BONE - Sebutan Lumbung Padi Sulsel, memang pantas disematkan pada daerah Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.

Bukan tanpa alasan, daerah berjuluk Bumi Arung Palakka menduduki posisi ketujuh di Indonesia sebagai daerah penghasil beras tertinggi di Tanah Air.

Hal itu pun diakui Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin (AAP), saat ditemui masa reses di Kabupaten Bone, Rabu (12/8/2020).

AAP mengungkapkan, produksi beras di Kabupaten Bone, belum optimal. Jumlah yang ada saat ini, bisa lebih tinggi. Apalagi lahan pertanian di Bone, luas.

"Bone nomor 7 nasional dan tertinggi di Sulsel," kata AAP, kepada Boneposcom.

Lanjut Akmal, kendala di sektor pertanian harus diselesaikan. Misalnya, sumber-sumber air ini dimaksimalkan lagi, caranya dibuatkan irigasi.

"Karena pertanian bergantung air dan perhatikan juga pupuk dan kualitas benihnya. Ke depan, Bone bisa masuk lima besar," paparnya.

Makanya, Akmal berpesan agar produksi beras di Bone tidak sekadar jumlah yang besar, tetapi juga perlu dibarengi kualitas yang ditingkatkan.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, melansir data produksi 2019 hasil Kerangka Sampling Area Badan Pusat Statistik (KSA BPS).

Nah, berikut ada 10 kabupaten penghasil beras tertinggi tahun 2019 berdasarkan hasil penghitungan BPS menggunakan metode KSA;

1. Kabupaten Indramayu

Kabupaten Indramayu terletak di Provinsi Jawa Barat, memiliki luas panen padi 215,731 hektare. Dari luas ini, diperoleh produksi padi 1.376.429,68 ton gabah kering giling (GKG) atau produksi berasnya sebesar 789.657,71 ton.

2. Kabupaten Karawang

Kabupaten produksi beras tertinggi kedua masih ditempati kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Barat, yakni Karawang. Sama halnya dengan Cianjur, Kabupaten Karawang pun dikenal dengan memiliki beras yang rasanya khas sehingga menjadi favorit oleh masyarakat Jabodetabek. Kabupaten Karawang memiliki luas panen padi 185.807 hektare, diperoleh produksi padi 1.117.814 ton GKG sehingga diperoleh produksi beras 641.290 ton.

3. Kabupaten Subang

Posisi ketiga kabupaten penghasil tertinggi masih ditempati kabupaten di Provinsi Jawa Barat, yaitu Kabupaten Subang. Kabupaten ini berada diantara Kabupaten Karawang dan Indramayu. Luas panen padi Kabupaten Subang 156.298,50 hektare, produksi padinya sebesar 942.932 ton GKG dan produksi berasnya sebesar 540.960 ton.

4. Kabupaten Banyuasin

Kabupaten Banyuasin terletak di Provinsi Sumatera Selatan. Kabupaten ini berhasil mengoptimalkan lahan rawa menjadi lahan persawahan padi yang produktif. Banyuasin memiliki luas panen padi 208,598 hektare, sehingga produksi padi sebesar 905.846 ton GKG dan produksi beras sebesar 519.684 ton.

5. Kabupaten Lamongan

Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur memiliki hamparan pertanian yang luas dan pengelolaannya pun menggunakan pertanian modern. Hamparan persawahannya begitu luas, sehingga luas panen padi sebesar 140.463,58 hektare. Dari luas panen ini, diperoleh produksi padi sebesar 839.724 ton GKG atau setara produksi beras sebesar 481.750 ton.

6. Kabupaten Ngawi

Kabupaten Ngawi merupakan salah satu lumbung beras di Jawa Timur. Luas panen padinya sebesar 122.500,97 hektare. Dengan luas ini, diperoleh produksi padi 777.190 ton GKG atau produksi berasnya sebesar 445.874 ton.

7. Kabupaten Bone

Kabupaten Bone merupakan kabupaten yang terluas di Sulawesi Selatan. Tak heran luas lahan pertaniannya pun luas sehingga menjadikan Bone sebagai produsen beras tertinggi di Sulawesi Selatan dan menempati posisi ketujuh di tingkat nasional. Kabupaten Bone memiliki luas panen padi 169.471,29 hektare. Produksi padinya sebesar 772.874 ton GKG atau produksi berasnya sebesar 443.398 ton.

8. Kabupaten Grobogan

Kabupaten Grobogan yang terletak di Provinsi Jawa Tengah memiliki luas panen padi 136.209,59 hektare, dengan produksi sebesar 772.521 ton GKG atau produksi berasnya sebesar 443.196 ton. Dari peringkat di atas, Kabupaten Grobogan merupakan produksi beras tertinggi di Provinsi Jawa Tengah.

9. Kabupaten Sragen

Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah memiliki luas panen padi 111.569,05 hektare. Adapun produksi padi yang diperoleh 766.012 ton GKG atau produksi berasnya sebesar 439.461 ton.

10. Kabupaten Cilacap

Kabupaten Cilacap yang terletak di Provinsi Jawa Tengah memiliki luas panen padi seluas 439.461,26 hektare. Dari luas panen ini, didapatkan produksi padi sebesar 699.965 ton GKG atau diperoleh produksi beras sebesar 401.570 ton. (suarakarya/ril)