Siapa Paling Hebat? Begini Sepak Terjang 3 Ketua Tim Pemenangan di Pilkada Lutra

BONEPOS.COM, LUWU UTARA - Pasangan bakal calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati Luwu Utara sudah membentuk tim pemenangan.

Masing-masing pasangan calon menunjuk figur yang dianggap berkompeten sebagai ketua tim pemenangan.

Pasangan Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (IDP-SM) menunjuk anggota DPRD Luwu Utara tiga periode Karemuddin.

Muhammad Thahar Rum-Rahmat Laguni (MTR-RL) memilih mantan Bupati Luwu Utara dua periode dan anggota DPR RI Muchtar Luthfi A. Mutty (LAM).

Sementara Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS) mempercayakan kepada mantan legislator DPRD Sulsel dan Ketua KPU Luwu Utara M Rajab.

Ketiga ketua tim di atas punya pengalaman berkompetisi di Pilkada Luwu Utara.

Baik sebagai calon maupun tim pemenangan.

Penunjukan Karemuddin sebagai ketua tim pemenangan bukan hal baru bagi legislator dikenal vokal.

Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Luwu Utara sudah pernah dipercaya menduduki posisi yang sama pada Pilkada sebelumnya.

Ia menjadi ketua tim pemenangan pasangan Arifin Junaedi-Andi Abdullah Rahim pada Pilkada 2015.

Arifin Juanedi kala itu berstatus petahana tumbang dari penantangnya Indah Putri Indriani-Muhammad Thahar Rum.

Sementara itu, Luthfi Mutty sebagai ketua tim pemenangan MTR-RL merupakan mantan bupati Luwu Utara dua periode dan anggota DPR RI.

Luthfi Mutty menjabat bupati tahun 1999-2009 atau bupati Luwu Utara pertama usai pisah dari Luwu.

Ia juga pernah duduk jadi anggota DPR RI periode 2014-2019.

Adapun ketua tim AKAS  M Rajab merupakan mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Luwu Utara tahun 2003-2012.

Selama di lembaga penyelenggara Pemilu, ia pernah menjabat ketua.

Lepas dari KPU, Rajab terjun ke dunia politik dan terpilih anggota DPRD Sulsel periode 2014-2019.

Pada Pilkada 2015, Rajab memenangkan Indah-Thahar.

Rajab kala itu juga berstatus sebagai ketua tim pemenangan.

Rajab mengajak masyarakat Luwu Utara memilih tanpa berselisih.

"Mari kita memilih tanpa berselisih. Kompetitor adalah teman dalam berdemokrasi," tuturnya. (jus/ril)