Gombal Lewat Telepon, ABG Diperkosa di Sekolah

Foto: ilustrasi

BONEPOS.COM, LUWU UTARA – Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Luwu Utara, Sulawesi Selatan, mengamankan pemuda TR (19) warga Kecamatan Sabbang, atas perbuatannya yang diduga melakukan perbuatan persetubuhan anak di bawah umur, BO (15).

Penangkapan TR sesuai laporan polisi LPB/205/VIII/2020/SPKT, tanggal 15 Agustus 2020 tentang dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang terjadi pada Kamis (13/08/2020) sekitar pukul 20.00 Wita.

Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, AKP Syamsul Rijal mengatakan, perbuatan pelaku dilakukan di salah satu gedung sekolah SMP di Kecamatan Sabbang.

“Pelaku sudah diamankan di sel tahanan Polres Luwu Utara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," beber Syamsul Rijal, Selasa (18/8/2020).

Syamsul mengungkapkan, awalnya pada Rabu (12/08/2020) korban BO sempat kenalan dengan TR melalui telepon.

“TR mengajak BO keluar jalan-jalan namun BO menolaknya, lalu keesokan harinya Kamis (13/8/2020) TR kembali mengajak BO lagi untuk keluar jalan-jalan. Kemudian sekitar pukul 22.00 Wita BO dijemput di depan rumahnya kemudian mengajak korban ke belakang sekolah SMP,” jelas Syamsul.

Pada saat tiba di belakang SMP, TR menghentikan motornya kemudian memeluk BO dari arah depan dan pada saat itu pula BO langsung menghindar. Namun, TR menahan BO kemudian menariknya ke jalan beraspal.

“Setelah korban BO duduk di aspal pelaku TR langsung menidurkan BO untuk melakukan perbuatan bejatnya,” ucap Syamsul.

Syamsul melanjutkan, antara korban dan pelaku tidak ada hubungan asmara, baru sebatas kenalan. Namun, dengan perbuatan pelaku yang memaksa korban sehingga dilaporkan ke Polisi.

"Pelaku terancam dijerat pasal 81 ayat 1 dan UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara," ungkap Syamsul. (jus/ril)