Pertamina Rugi Rp 11 Triliun, Netizen Ramai-ramai Soroti Ahok Soal Ini

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

BONEPOS.COM, JAKARTA - PT. Pertamina Persero mengungkapkan kerugian hingga mencapai Rp 11,13 triliun pada semester pertama tahun 2020 ini.

Atas kerugian itu netizen pun ramai-ramai menyoroti kinerja Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang saat ini menjabat komisaris utama di Pertamina. Kabar soal kerugian Pertamina ini jadi trending topic di Twitter dengan tagar Ahok. Di mana, ada sekira 28,8 ribu cuitan yang diunggah.

Apalagi sebelumnya Ahok dalam sebuah video sempat menyebutkan bahwa dengan dia menutup mata saja Pertamina bisa untung.

Lalu, seperti apa yang dilontarkan Ahok hingga menuai sorotan netizen ?

Percakapan tersebut terjadi saat bincang-bincang bersama Andy F Noya dalam live Instagram. Awalnya, Andy menanyakan alasan menjadi Komisaris Utama PT Pertamina.

"Ya untuk bantu Presiden (Jokowi), juga untuk mengurangi defisit neraca berjalan kita," ujar Ahok dikutip melalui video tersebut.

Ahok mengatakan, Pertamina mempunyai revenue hingga Rp800 triliun. Pasalnya, hampir sepertiga dari APBN Indonesia sehingga harus diawasi dengan baik.

Dirinya juga mengatakan, jika direksi tidak mempunyai Key Performance Indicator (KPI) yang baik maka tidak dapat berjalan.

"Direksinya enggak punya KPI yang baik, sekarang KPI kan administratif semua, enggak ada kewajiban untuk untung berapa dan selalu untung, merem juga untung," ujarnya.

Dari percakapan tersebut, dirinya seperti menyebutkan bahwa Pertamina selalu untung walaupun para direksinya memejamkan mata. Namun, besaran keuntungan tersebut dinilainya harus dibandingkan dengan perusahaan sejenis.

"Persoalannya Petronas untung berapa bosku, kita mesti bandingkan dengan perusahaan yang sejenis dong, kita masuk ke-175 bangga banget, Petronas 150-an bos, di fortune global. Jadi kita selalu membandingkan sesuatu yang tidak base practice dengan negara lain," ujarnya. (ril).