Dinodai Direksi Barcelona, Messi Ingin Segera Putuskan Kontrak

BONEPOS.COM - Sudah menjadi ikon Barcelona selama hampir 20 tahun, Lionel Messi tampak ingin melepaskan diri.

Messi masih terikat kontrak dengan Barcelona sampai 2021. Namun, La Pulga ingin lebih cepat putus dari Barcelona.

Kondisi internal Barcelona diyakini menjadi pemicu awal Messi ingin lepas dari Barcelona. Hal itu menjadi kobaran api yang sangat besar setelah Blaugrana menutup musim dengan kekalahan 2-8 dari Bayern Muncih di perempatfinal Liga Champions.

Belum diketahui ke mana Messi bakal berlabuh selanjutnya. Sejauh ini ada Manchester City, Inter Milan, Manchester United, Paris Saint-Germain, dan Juventus yang sudah dikaitkan dengan pemain 33 tahun tersebut.

Hristo Stoichkov yang merupakan legenda sepakbola Barcelona, menilai bahwa direksi klub sudah memperlakukan Messi dengan tidak baik. Dia menyarankan bahwa klub seharusnya mengambil langkah yang baik atas kekecewaan Messi, bukan seperti menendangnya dari belakang.

Hristo menilai Barcelona sudah menodai nama dan karisma Messi.

"Kami menghapus mitos. Kami menendang pemain terbaik dalam sejarah dari belakang. Kami menodai namanya dan karismanya," kata Stoichkov seperti dikutip oleh Marca.

"Saya adalah member (Barcelona), jadi itulah mengapa saya mengatakan kami menodainya. Jajaran direksi telah merusak segalanya. Mereka seperti ingin mengadu fans dengan para pemain," sambungnya.

Stoichkov selama di Barcelona tidak menjalani karier yang mulus-mulus amat. Dia juga pernah berseteru dengan jajarak direksi klub karena pemecatan Sir Bobby Robson dan pemilihan Louis van Gaal sebagai pelatih Barca.

"Saya memenangi gelar liga berturut-turut, Liga Champions pertama untuk klub, dan saya tidak tahu bagaimana membalas cinta dari para fans. Tapi, direksi tidak menunjukkan wajahnya. Media menambah bahan bakar ke api. Sebagai klub, ini menyedihkan," ungkap pria asal Bulgaria ini.

"Saya tidak tahu mengapa kami, para pemain yang telah mengukir sejarah di Barcelona, selalu ditampilkan melalui pintu belakang. Mereka pikir kami akan mengganggu mereka karena kami ingin mencabut kursi presiden dari mereka atau semacamnya. Saya tidak tahu apa yang terlintas dalam pikiran mereka," tegasnya.