Emak-emak di Bone Menjerit di Dapur – Bonepos.com Best Automated Bot Traffic

Emak-emak di Bone Menjerit di Dapur

  • Bagikan
Foto: istimewa

BONEPOS.COM, BONE – Sejumlah emak-emak di Kabupaten Bone “menjerit” di dapur. Kok bisa?

Penyebabnya, beberapa hari terakhir tabung gas elpiji 3 kilogram sangat sulit ditemukan di penjual eceran begitupun dengan agen-agen resmi.

Selain sulit didapatkan, harganya juga melonjak tinggi di beberapa penjual eceran. Bahkan harga per tabung mencapai Rp23 ribu.

Salah seorang ibu rumah tangga Nur (52), warga Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone yang ditemui saat mencari tabung gas mengaku, beberapa hari ini susah sekali menemukan tabung gas.

Baca Juga  Eks Lahan Pasar Uloe, Bupati Bone: Itu Tanahnya Pemda

“Saya sudah dua hari ini cari tabung gas, tapi saya keliling di penjual selalu habis. Tadi saya baru beli harganya juga naik, sudah Rp23 ribu itupun masih untung karena tersisa 1 biji,” beber Nur, Senin (31/8/2020).

Hal senada dikatakan warga lainnya Anwar (43) yang juga mengaku kesulitan mendapatkan tabung gas.

“Beberapa hari ini memang susah sekali tabung gas, itupun kalau kita dapat, harganya beda dibanding sebelumnya, kalau dulu harga per tabung hanya Rp18 ribu sekarang ada yang jual sampai Rp24 ribu di pengecer. Naik sedikit sebenarnya tidak apa-apa yang jelas ada didapat, daripada tidak ada sama sekali,” ungkapnya.

Baca Juga  Andi Islamuddin Jabat Sekda Baru Bone, Begini Sepak Terjangnya

Kelangkaan tabung gas elpiji bantuan pemerintah ini sudah sering terjadi di Kabupaten Bone, apalagi di musim seperti sekarang yang kemarau, permintaan terlalu banyak sementara stok terbatas. Olehnya itu, warga meminta agar pemerintah segera turun tangan dan menangani hal ini. (her/ril)

Temukan Kami:
  • Bagikan