BONEPOS.COM, MAKASSAR – Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal yang beken disapa Deng Ical-Fadli Ananda, menggelar deklarasi secara virtual dari Tribun Lapangan Karebosi, Senin (31/8/2020) malam.

Pada kesempatan itu, Deng Ical memaparkan, visi misi sekaligus program pasangan doktor dan dokter ini untuk mengembalikan kejayaan Kota Makassar.

Deng Ical menyampaikan salah satu fokus Dilan adalah program dan strategi percepatan pemulihan dampak pandemi Covid-19.

Terdapat 11 program yang terdiri dari dua bidang yakni kesehatan dan ekonomi.

“Kita sudah susun strategi bersama percepatan pemulihan dampak Covid-19. Itu meliputi bidang kesehatan dan pemulihan ekonomi warga,” paparnya.

Untuk bidang kesehatan, Deng Ical menyampaikan ada lima program yang disusun pasangan representasi Muhammadiyah-Nahdlatul Ulama ini. Di antaranya yakni 1 RW 1 Dokter Rakyat atau Si Dora untuk mewujudkan RW Sehat, Pos Pelayanan Terpadu dan Terintegrasi (Posyanduta’) dan Mobile Kotak Korona (Mobile Koko) pada setiap Rumah Tangga sebagai P3K Plus yang berisi hand sanitizer, masker, dan buku pintar protokol kesehatan.

“Pelibatan seluruh stake holder dalam kampanye adaptasi Kebiasaan Baru untuk kampanye hidup sehat berdasarkan protokol kesehatan dan nilai-nilai kultural yang relevan dan membebaskan biaya tindakan medis pasien Covid-19,” beber Deng Ical.

Selanjutnya untuk pemulihan ekonomi warga, ia menyampaikan pihaknya memiliki program memastikan hak-hak pekerja terpenuhi berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Kader Muhammadiyah itu menyebut pihaknya menyiapkan dana kerja untuk usaha terdampak pandemi virus Corona.

“Pemerintah Kota menyiapkan dana cash for work atau modal kerja Rp500.000 sampai Rp50.000.000. Bentuknya revolving fund,” tutur Ketua PMI Kota Makassar itu.

“Strategi lain, kita akan membebaskan sementara pembayaran PDAM dan retribusi lainnya pada usaha yang terdampak langsung,” tambahnya.

Selanjutnya, ia menyampaikan program pemulihan dampak virus Corona di bidang ekonomi adalah relaksasi pajak dan retribusi UMKM sebagai bagian dari perlindungan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terhadap pelaku UMKM. Strategi lain, pemerintah daerah siap menjadi penjamin pada UMKM untuk mendapatkan keringanan pada lembaga keuangan.

“Kita juga upayakan insentifikasi keringanan retribusi pada izin mendirikan bangunan. Selanjutnya Dilan akan melakukan pengintegrasian skema dana CSR dengan agenda pembangunan daerah yang terkait dengan penanganan dampak Covid-19,” kuncinya. (rls)