Bone Punya Daerah Produksi Jahe, Ini Lokasinya

BONEPOS.COM, BONE - Wakil Bupati Bone, Ambo Dalle sangat mengapresiasi inisiatif Kepala Desa Baringeng yang ingin meningkatkan kesejahteraan masyakat dengan menanam jahe.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Bone Ambo Dalle saat menghadiri Panen Raya Jahe Di Desa Baringeng, Kecamatan Libureng, Rabu (2/9/2020).

Wabup Ambo bilang, apa yang dilakukan kepala desa perlu dijadikan contoh untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat.

"Tidak apa-apa kita meniru demi kebaikan, apalagi pangsa pasar jahe saat ini sangat dibutuhkan," ujar Ambo Dalle.

"Saya mewakili pemerintah daerah memberikan selamat kepada masyarakat Desa Baringeng atas panen perdananya," ucap Wabup Bone dalam sambutannya.

Wakil Bupati Ambo Dalle juga berharap agar pengembangan tanaman jahe ini bisa terus dikembangkan.

Sementar itu, Sekcam Libureng Andi Syamsul Musrya, membenarkan, desa yang berbatasan dengan Kecamatan Bontocani berjarak kurang lebih 600 mdpl itu memang sangat ideal untuk ditanami jahe.

"Tanaman jahe di daerah ini sudah mulai dikembangkan sejak 2005, bibitnya dari Mallawa, Camba, Kabupaten Maros dan sekarang justru Mallawa yang membeli bibit di sini," ungkap A Syamsul.

Syamsul menambahkan, sejak 2005 petani menggunakan bibit varietas gajah dengan luas pertanaman 10 Hektare, kini di tahun 2020 sudah mencapai 110 Hektare dengan jumlah petani 170 orang.

"Perkembangan harga jahe di tahun 2018-2019 melonjak diangka Rp35.000 per kilogram. Sedangkan di tahun 2020 harga jahe turun di angka Rp21.000 per kilogram," sambungnya.

Lebih lanjut A.Syamsul menjelaskan, kegiatan budidaya petani pada waktu tanam bulan November hingga Desember dan waktu panen setiap tahunnya di Agustus hingga September. Kebutuhan benih per Hektare sebanyak 1.400 Kg dengan produksi 25.000 Kg hingga 30.000 Kg. (sug/ril)