Pemimpin Semua, Budaya 4 Suku Iringi Pendaftaran Dilan

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Prosesi pendaftaran Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal yang beken disapa Deng Ical-Fadli Ananda ke Kantor KPU, menarik perhatian.

Pasalnya, penuh unsur kearifan lokal.

Pendaftaran pasangan doktor dan dokter ini diiringi budaya empat suku; Makassar, Bugis, Toraja, dan Mandar.

Dari pantauan awak media, Dilan didampingi tokoh dan pimpinan parpol pengusung dari PDIP, Hanura, dan PKB tiba di Kantor KPU, Jumat (4/9/2020) sekira pukul 14.00 Wita.

Deng Ical dan Dokter Pade (Fadli Ananda) tampak mengenakan baju putih dan diiringi sejumlah pria dan wanita berpakaian adat.

Menariknya, pakaian adat yang dikenakan pengiring Dilan tidaklah seragam. Mereka memakai masing-masing pakaian adat Makassar, Bugis, Toraja, dan Mandar.

Alunan musik dari alat musik tradisional pun mengiringi langkah Dilan memasuki Kantor KPU Kota Makassar.

Ketua Tim Pemenangan Dilan, Andi Yagkin Padjalangi menyampaikan apresiasi atas kesediaan tokoh dan pimpinan parpol pengusung beserta segenap pendukung yang mengantarkan Dilan mendaftar ke KPU.

Soal budaya empat suku yang mengiringi prosesi pendaftaran, Yagkin menyebut hal tersebut bentuk penegasan bahwa Dilan berkomitmen menjadi pemimpin untuk semua.

"Alhamdullilah, tahapan pendaftaran sudah kita lalui dengan sukses dan lancar. Tadi dalam prosesi pendaftaran, pria dan wanita pengiring Dilan memang menggunakan pakaian adat dari empat suku yakni Makassar, Bugis, Toraja dan Mandar. Itulah bentuk komitmen Dilan menjadi pemimpin untuk semua, bukan untuk satu suku atau kelompok tertentu," ungkapnya.

Mantan legislator Sulsel Dapil Makassar ini mengimbuhkan Kota Makassar sangat plural, di mana banyak suku yang tinggal di ibu kota provinsi Sulsel tersebut. Olehnya itu dibutuhkan pemimpin yang bisa merangkul semua elemen, seluruh suku yang tinggal dan menetap di Kota Makassar.

Ketua PDIP Makassar, Syuhada Sappaile mengungkapkan Deng Ical dan Dokter Pade merupakan referensi Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar.

"Ical itu orangnya baik dan dapat diterima semua orang. Sementara Dokter Pade, figur muda inovatif. Bahkan dia itu seperti anak saya, makanya saya pangil Pade'," tutur legislator Makassar ini.

"Mari kita kembalikan Kota Makassar ini ke tangan pemimpin yang paham dan dapat jadi representasi Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar," tandasnya. (ril)