Sapi Mati dan Hilang Tidak Akan Dapat Asuransi di Sinjai, Begini Faktanya

BONEPOS.COM, SINJAI - Isu yang beredar belakangan di kalangan masyarakat Kabupaten Sinjai, bila ternak sapi yang sudah diasuransikan jika meninggal dan hilang atau dicuri di tengah sawah tidak ditanggung pihak Jasindo.

Alhasil, membuat masyarakat mengaku resah, dan banyak pemilik sapi akan menghentikan asuransinya jika informasi tersebut benar.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sinjai, Aminuddin saat dikonfirmasi awak media terkait hal tersebut dengan keras membantah.

"Itu tidak benar atau hoaks. Justru pihak Jasindo menanggung asuransinya jika terjadi kematian, hanya dengan bukti visum dari dokter hewan beserta foto-foto sapi yang mati," tegasnya.

Aminuddin lanjut menjelaskan, bahwa pihak Jasindo juga akan membayarkan klaim asuransi jika ada sapi yang kecurian, yang penting ada surat keterangan kehilangan dari pihak kepolisian.

"Tetapi yang dibayarkan hanya 70 persen saja dan 30 persennya dianggap adalah kelalaian peternak itu sendiri. Sedangkan untuk kasus kematian, akan dibayar 100 persen kepemilik sapi dengan harga Rp10 juta per ekor ke peternak, dengan syarat harus ada surat keterangan kehilangan dari pihak kepolisian," jelasnya.

Aminuddin berharap, kepada masyarakat khususnya yang telah mengasuransikan ternak sapinya, jika mendapatkan informasi seperti itu bisa menelpon langsung ke petugas yang ada di lapangan untuk mendapatkan informasi yang lebih benarnya.

"Sekali lagi saya tegaskan, informasi atau isu yang beredar di tengah masyarakat tersebut itu tidak benar," pungkasnya. (fan/ril)