Balon Bupati Nunukan Asmin Laura: Politik Dinasti Tidak Dilarang

BONEPOS.COM, Nunukan - Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Asmin Laura - Hanafiah resmi mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan untuk maju sebagai Bupati dan Wakil Bupati di Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) serentak 2020.

Pasangan berjargon Amanah jadi Bapaslon penutup yang mendaftar di KPU Nunukan, Minggu (6/9/2020).

Didampingi rombongan tim pemenangan partai pendukung serta relawan, Bapaslon AMANAH ini langsung menuju ruang verifikasi administrasi pemberkasan pendaftaran. Alhasil, Amanah lolos verifikasi sebagi calon dari pemeriksaan petugas penyelenggara.

Ditemui usai pendaftaran, Amanah melakukan jumpa pers bersama awak media untuk menyampaikan hasil pendaftaran dan visi misinya.

“Visi misi saya bersama dengan Pak Hanafiah adalah nyata dan ril bukan untuk menipu atau mengecoh masyarakat,” ungkapnya.

Laura selaku bakal calon Bupati Nunukan petahana menjelaskan, visi misi kali ini adalah menjadikan Kabupaten Nunukan yang maju, aman, adil, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat, dengan mengusung program slogan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Selanjutnya kata dia, terkait mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik melalui pelaksanaan agenda reformasi birokrasi dan mewujudkan tatanan kehidupan bermasyarakat yang tertib, aman, dan tenteram.

Namun saat disinggung terkait adanya politik dinasti, Laura menepis tegas. Ia tekankan bahwa, politik dinasti tidak dilarang oleh aturan perundang-undangan di Indonesia.

"Tidak ada politik dinasti, saya memiliki periode sendiri. Meskipun sebenarnya politik dinasti juga tidak ada dalam larangan perundang-undangan, tapi perlu diketahui, hari ini saya memiliki periode sendiri bahkan saya akan bikin periode lagi untuk Nunukan," tegas Laura.

Sebagai Informasi, pasangan bakal calon Amanah ini diusung partai politik pemilik kursi di DPRD Nunukan periode 2019-2024 yakni Hanura, Gerindra, Nasdem, Golkar, PDIP dan Perindo. Ditambah dua parpol pendukung (non kursi di parlemen) yaitu PKB dan Partai Gelora. (rls)