PSBB Lagi ? Siap- Siap Ekonomi RI Merosot

BONEPOS.COM - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total mulai berlaku 14 September mendatang.

Pengamat ekonomi dan pasar keuangan Mirae Asset Sekuritas Anthony Kevin menilai bahwa konsumsi masyarakat akan tertekan setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali mengambil langkah PSBB total.

"Sebenarnya akhir-akhir ini pergerakan orang sudah mulai berkurang, karena ada kekhawatiran setelah data kasus COvid-19 semakin tinggi. Setelah PSBB total, maka akan lebih parah lagi dampaknya ke konsumsi," ujar Kevin, Rabu (9/9/2020).

Kevin sebelumnya memprediksi ekonomi Indonesia pada Kuartal III-2020 akan terkontraksi sekitar minus 1%. Namun dia mengubah prediksi tersebut karena melihat kondisi ekonomi terakhir serta pemberlakuan PSBB total.

"Kami memprediksi ekonomi akan terkontraksi minus di atas 2% pada kuartal III," ujarnya. Hal ini disebabkan karena DKI Jakarta memiliki porsi sekitar 18% dari ekonomi nasional.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). PSSB ini berlaku mulai 14 September 2020, sehingga kegiatan perkantoran ditiadakan. Hal itu setelah melihat perkembangan kasus covid-19 DKI Jakarta dan dukungan fasilitas rumah sakit yang sudah dianggap darurat.

"Dalam rapat disimpulkan bahwa kita akan menarik rem darurat yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan PSBB seperti pada masa awal pandemi dulu. Bukan lagi PSBB transisi tapi kita harus melakukan PSBB sebagaimana masa awal dulu," ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Ia mengatakan bila tak ada kebijakan darurat di Jakarta, maka efeknya akan menyebabkan kematian karena Covid-19 akan tinggi di Jakarta.

Sehingga mulai Senin 14 September 2020, bekerja yang di perkantoran ditiadakan. Namun kegiatan usaha tetap berjalan, akan ada 11 sektor usaha yang dikecualikan.

"Seluruh tempat hiburan ditutup," katanya.