Cinta Lokasi di Mesir, Begini Sosok Pejuang Lulusan Ponpes As’adiyah Pinang Gadis Palembang 30 Juz

BONEPOS.COM, BONE -- Abdul Rahim Dani menemukan belahan jiwanya pada sosok wanita cantik asal Sumatera Selatan. Namanya, Ummu Kaltsum Permatasari.

Bagaimana kisah perjalanan cintanya?

Alumni Pondok Pesantren As’adiyah, Sengkang, Wajo, Sulawesi Selatan itu, resmi melepas masa lajang dengan mempersunting Ummu Kaltsum Permatasari.

Prosesi akad nikah dilangsungkan di kediaman mempelai wanita di Sumatera Selatan, Jumat (11/9/2020).

Abdul Rahim merupakan putra ketiga dari pasangan Danial dan Marwiah. Dia lahir di Desa Abbanuangnge, Kecamatan lilirilau, Kabupaten Soppeng.

Diketahui Abdul Rahim Dani bertemu pertama kali dengan Ummu Kaltsum Permatasari di Pusat Talaqqi Qur’an Internasional, Mesir.

Prosesi pernikahan di daerah Sumatera tersebut, terbilang tak seperti prosesi pernikahan pada umumnya. Karena salah satu mahar yang dipersyaratkan dari pihak mempelai perempuan yaitu dengan menghatamkan Alquran 30 Juz.

Abdul Rahim Dani menamatkan Alquran 30 Juz dengan cara dihafalkan.

Sahabat mempelai pria, Rudi Asriadi bercerita, waktu Rahim bercerita kepadanya, beberapa waktu lalu, Rahim mengaku tidak pacaran. Namun akrab layaknya mahasiswa atau orang lagi mencari ilmu di kampung orang.

"Ya, betul sekali (ibarat cinta lokasi, red)," ungkap Rudi, kepada Boneposcom.

Pria yang kini menjabat sebagai Penyuluh Agama Islam Kecamatan Ulaweng sekaligus Dosen LB IAIN Bone mengungkapkan, sosok kepribadian Abdul Rahim ialah orang yang sangat sopan, cerdas, dan tetap tawadhu atas ilmu yang dimiliki.

"Pada saat waktu mondok, beliau tergolong orang cerdas karena selama di MTs selalu rangking satu di kelas unggulan, dan beliau tidak pernah iri kepada orang lain bahkan beliau selalu memotivasi teman-teman untuk semangat melanjutkan pendidikan," tuturnya.

Senada hal yang disampaikan Rudi, mempelai pria, Rahim mengakui bahwa, dia dan wanita pujaannya tidak pacaran.

"Kami tidak pacaran. Kami kenal 2017 tapi sekadar kenal biasa. Setelah mengenal dengan baik melalui informasi dari teman-teman dan menyaksikan sendiri secara langsung di lembaga akhirnya 2019 memberanikan diri untuk mengajak ta'aruf dan pada akhir Januari 2020 orang tua datang ke Palembang untuk mengkhitbah," jelas Rahim, Jumat (11/9/2020).

"Awal direncanakan pernikahan di bulan Juli, tapi karena adanya virus dan bandara tutup, dan kami belum bisa pulang ke Indonesia, saat 10 Juli bandara buka, lalu kami pulang dan akad pun ditentukan pada 11 September," sambungnya. (ril)