Wujudkan Swasembada Pangan, AAP: Penting Ketersediaan Bibit Unggul

BONEPOS.COM, JAKARTA - Anggota DPR RI Komisi IV, Andi Akmal Pasluddin (AAP), mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) RI untuk semakin aktif mewujudkan ketersediaan bibit unggul merata di seluruh Indonesia pada sentra-sentra pertanian dan peternakan.

"Meski pemerintah telah menyampaikan bahwa berbagai inovasi dan teknologi telah dihasilkan Balitbangtan (Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian), Namun berbagai temuan ini belum terpublikasi secara maksimal. Temuan ini mesti aplikatif yang dapat diterapkan para petani kita sehingga ada keselarasan antara upaya penelitian dan eksekusi program di lapangan," jelas Akmal.

Legislator asal Sulawesi Selatan II ini meminta kepada pemerintah, salah satu yang harus dilakukan secara masif adalah menyediakan bibit unggul berbagai produk peternakan dan pertanian di seluruh Indonesia.

Dengan Jumlah yang mencukupi, dengan kualitas yang baik dan sesuai kebutuhan petani, bibit unggul ini menurut Akmal, menjadi sangat penting untuk disediakan yang nantinya akan berdampak pada hasil panen yang memuaskan bersaing dengan produk pangan pertanian termasuk daging dan hortikultura dari luar negeri.

"Ada contoh yang bisa kita lihat dong produk peternakan dan pertanian unggulan kita. Selain publikasi yang baik, di masyarakat akan sangat terasa munculnya produk-produk berkualitas asal dalam negeri. Selama ini yang membanjiri pasar dan memenuhi mata para konsumen kan produk-produk pangan pertanian peternakan asal luar negeri, terutama produk hortikultura," tutur AAP.

Politikus PKS ini mengakui, yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia yang salah satunya berbagai varietas unggul untuk komoditas tanaman pangan, sayuran dan buah, dan perkebunan sudah dilakukan. Tapi secara khusus ia mengharapkan Balitbangtan secara berkala, dapat memberikan review atau laporan temuan-temuan Balitbangtan sehingga Komisi IV merasa yakin bahwa Balitbangtan sangat mendukung sektor pertanian.

AAP mencontohkan, di Sulawesi Selatan misalnya, bibit padi hasil Balitbangtan sangat disukai masyarakat.

“Artinya, produk kita cukup bagus, tinggal bagaimana dimaksimalkan sehingga kontribusi Balitbangtan dan Balai-balainya betul-betul dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

"Saya berharap, Balibangtan dapat berkreasi maksimal dengan Rancangan Pagu Anggaran Balitbangtan tahun 2021sebesar Rp 1.725,12 miliar. Penyediaan benih di beberapa provinsi, terutama ketersediaan benih dapat segera dilakukan terutama di masa yang akan datang dapat memerangi stunting yang membayangi masyarakat kita," kunci lelaki asal Kabupaten Bone ini. (ril)