OPINI: Dampak Pilkada Untuk Ekonomi Lokal

Haris Zaky Mubarak, - Sejarawan dan Direktur Jaringan Studi Indonesia

Jika melihat PDB (Produk Domestik Bruto) kita pada kuartal II (Q2) yang mengalami minus sebesar 5,32% maka ekonomi Indonesia terus menunjukkan lesunya pertumbuhan, sejalan perekonomian dunia yang juga turut terkontraksi cukup dalam. Sejak kemunculan pandemi Covid-19 pada awal 2020, perekonomian Indonesia sudah sangat terimbas keras akibat dampak besar dari pandemi Covid-19. Terjadi gangguan terhadap pasar output dan pasar input, dimana banyak industri mengalami gangguan karena pasar jual beli dunia juga mendadak sepi.

Tantangan pandemi belum usai tapi ketahanan ekonomi nasional juga perlu dijaga. Masih ada peluang ekonomi tumbuh; meski dengan catatan bahwa setiap realisasi dari berbagai program dan belanja pemerintah harus berjalan secara efektif dan sesuai rencana. Kebersamaan dan kerja pemerintah secara luas baik pusat dan daerah harus menjadi kunci keberhasilan program pemulihan ekonomi agar Indonesia dapat terhindar dari jurang resesi dan juga krisis ekonomi.

Sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi Indonesia secara nasional, terhitung sejak hari Jumat kemarin (4/9/2020), Komisi Pemilihan Umum ( KPU) telah menggelar tahapan pendaftaran calon kontestan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Hadirnya kontestasi Pilkada ditengah pandemi Ciovid-19 dan pemulihan ekonomi Indonesia memberikan pertanyaan analitis untuk dijawab secara seksama. Apakah kontestasi Pilkada 2020 ini dapat memberi efek dan pengaruh yang penting terhadap perbaikan dan pemulihan ekonomi Indonesia akibat pandemi Covid-19.?

Kebijakan Politik

Secara sederhana dapat saja kita analisa bagaimana eratnya hubungan politik dalam ruang rasional perubahan ekonomi masyarakat. Dalam perspektif Perotti (1996) & Benabou (1996) yang pernah melakukan penelitian intens terkait banalitas politik dan perubahan ekonomi. Hasil yang diperoleh telah membuktikan bahwa faktor politik merupakan variabel kompeten menjelaskan pertumbuhan ekonomi. Adanya ketidakstabilan politik yang diukur melalui ukuran ketimpangan, nyatanya memiliki pengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi negara secara luas.

Selanjutnya 1 2 3