OPINI: Dampak Pilkada Untuk Ekonomi Lokal

Haris Zaky Mubarak, - Sejarawan dan Direktur Jaringan Studi Indonesia

Terkait efektivitas pilkada dengan upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 secara nasional,Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri RI) Muhammad Tito Karnavian telah meminta secara tegas supaya ada sinergi dan kolaborasi yang kuat bagi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk mengawal program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan pelaksanaan Pilkada serentak 2020. Karena menurut Mendagri dua hal tersebut erat kaitannya dengan penanganan secara besar dari masalah pandemi Covid-19

Menurut Mendagri, penanganan optimal dari pandemi ini akan berhasil apabila kebijakan pemerintah daerah, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, mampu berjalan secara paralel dan sinkron dengan kebijakan pemerintah pusat.Pada masa sulit seperti sekarang, Mendagri berharap seluruh pemimpin daerah harus bergerak cepat dalam membuat kebijakan dan membelanjakan anggarannya. Karena itu, Mendagri pun meminta setiap anggaran yang dikeluarkan untuk daerah benar-benar tepat sasaran dan akuntabel.

Mendagri melanjutkan, instrumen utama untuk membangkitkan ekonomi adalah belanja pemerintah. Karenanya, daerah-daerah yang belanjanya masih di bawah rata-rata nasional perlu terus didorong untuk dapat disegerakan merelealisasikan kemajuan dalam hal Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Dengan demikian, pekerjaan utama dalam memajukan program PEN adalah meningkatkan belanja Pemerintah daerah seoptimal mungkin. Hadirnya hajatan demokrasi lokal dalam kontestasi Pilkada 2020 boleh jadi akan menjadi jembatan emas untuk melihat seberapa besar keseriusan calon pemimpin daerah melakukan proyeksi peningkatan APBD untuk pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Momentum Strategis

Dalam tinjauan analisa ekonomi pemerintah pusat, program pemulihan ekonomi nasional akibat Covid-19 harus menyentuh program restrukturisasi ekonomi pada sektor riil dari ketahanan hidup masyarakat. Sedangkan bagi daerah, penciptaan pasar efisien daerah memungkinkan terciptanya langkah efektivitas mobilisasi keuangan. Semakin cepat daerah mampu menggerakan banyak sisi dari kebutuhan ekonomi masyarakat maka semakin tinggi pula pendapatan yang dapat digerakkan untuk banyak sektor usaha lokal yang berkembang di daerah.

Pengalaman sejarah ekonomi Indonesia menunjukkan betapa pentingnya peran desa di daerah sebagai basis dari ketahanan ekonomi dan orientasi sosial kolektif masyarakat. Hal itu dapat dilihat pada perkembangan Indonesia tahun 1940-an dimana menunjukkan tren desa yang selalu mampu menampung kebutuhan daya beli dan daya jual antar desa dalam lintas daerah. (Linblad, 1988). Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa daerah merupakan lokus yang baik bagi pemulihan ekonomi Indonesia secara nasional dimana uang tidak hanya beredar dan tertahan dalam level konsumsi ekonomi kota tapi juga mengalir ke desa dan memberi stimulus terhadap banyak usaha produktif bagi masyarakat desa.

Selanjutnya 1 2 3