OPINI: Dampak Pilkada Untuk Ekonomi Lokal

Haris Zaky Mubarak, - Sejarawan dan Direktur Jaringan Studi Indonesia

Adanya hajatan Pilkada 2020 dapat menjadi momentum yang baik ditengah pandemi Covid-19 seperti sekarang untuk membuka banyak ruang di daerah menggerakan aktivitas berbelanja yang dikeluarkan sebagai ongkos dari operasional pelaksanaan Pilkada.Mulai dari percetakan baliho, spanduk, brosur, kaos dan lainnya yang berperan besar bagi sosialisasi kampanye politik para kontestan Pilkada.

Kegiatan lainnya seperti jasa makanan hingga penyediaan barang – barang protokol kesehatan seperti masker dan sarung tangan yang ditetapkan sebagai aturan pendukung pelaksanaan Pilkada juga berperan penting menggerakkan perputaran uang pembelian yang besar di banyak daerah Indonesia. Begitu juga yang terjadi pada jasa sewa swasta seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi mitra pembelanjaan operasional pelaksanaan Pilkada seperti dalam urusan sewa tenda, meja dan kursi. Gerak dari sektor ini juga menjadi stimulus tak langsung terhadap penguatan ekonomi masyarakat daerah.

Adanya pelaksanaan Pilkada setidaknya akan menghidupkan roda aktivitas ekonomi pada banyak lapisan masyarakat daerah. Beredarnya anggaran Pilkada pada banyak daerah Indonesia dalam bentuk uang honorium bagi pihak penyelenggara tingkat desa, kelurahan, kecamatan, Kabupaten dan Provinsi ikut memberi lapangan kerja baru dan penghasilan tambahan bagi masyarakat ditengah situasi sulit pandemi. Dengan demikian, pelaksanaan Pilkada 2020 ini dapat dilihat menjadi momentum strategis bagi pemerintah Indonesia untuk mendorong semangat daerah mendukung agenda besar dari pemulihan ekonomi Indonesia akibat dampak pandemi Covid-19 dengan tetap tidak melupakan segala aturan protokol kesehatan.

Penulis:
Haris Zaky Mubarak, MA
Direktur Eksekutif Jaringan Studi Indonesia

Selanjutnya 1 2 3