BNPB dan UGM Jalin Kerja Sama, Misinya Pemasangan Sistem Peringatan Dini Tsunami

BONEPOS.COM, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Universitas Gadja Mada (UGM) menjalin kerja sama untuk pemasangan sistem peringatan dini tsunami untuk wilayah 1.

Wilayah ini mencakup tiga kabupaten di provinsi yang berbeda, yakni Mentawai, Nias Selatan, dan Banyuwangi.

Ketiga kabupaten tersebut merupakan wilayah dengan potensi bahaya tsunami dengan kategori kelas sedang hingga tinggi.

Berdasarkan analisis InaRISK, sebanyak 10 kecamatan di Kepulauan Mentawai memiliki potensi bahaya tersebut dengan jumlah populasi terpapar mencapi 28 ribu jiwa.

Demikian juga untuk Nias Selatan dan Banyuwangi, wilayah-wilayah ini berada pada kategori yang sama untuk bahaya tsunami.

Kerja sama pemasangan sistem peringatan dini kedua belah pihak telah dimulai sejak 2008 lalu. Namun, kerja sama kali ini berfokus pada sistem peringatan dini tsunami. Langkah ini merupakah komitmen BNPB dalam pelibatan berbagai pihak, khususnya perguruan tinggi, sebagai bagian dari pentaheliks penanggulangan bencana. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) pada Jumat (25/9/2020) secara virtual.

Selanjutnya 1 2 3