Kemendagri Dorong Kadis Dukcapil Bersahabat dengan Penjaga Makam, Ini Tujuannya

BONEPOS.COM, JAKARTA - Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus bekerja cerdas memperbaiki kinerja.

Dalam hal masih rendahnya pencatatan kematian, misalnya, Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh sangat mendorong jajarannya memperhatikan soal krusial ini.

Disebut krusial, lantaran Dukcapil tidak dapat melakukan pencatatan kematian bila tidak ada masyarakat yang melaporkan adanya kematian penduduk.

Sebab pencatatan akta kematian berdasarkan yang dilaporkan masyarakat.

Padahal sesuai Renstra Kemendagri, target cakupan akta kematian adalah sebesar 20 persen.

"Esensinya adalah Dukcapil mendorong pencatatan kematian yang dibuat rapi. Saya mendorong rekan-rekan di Direktorat Pencatatan Sipil (Capil) secara agresif memonitor yang disebut Buku Pokok Pemakaman (BPP). Ini untuk merapikan membuat akurat database kependudukan," jelas Dirjen Zudan pada rapat internal virtual melalui aplikasi Zoom dengan para Eselon II, III dan IV serta pegawai Ditjen Dukcapil di Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Ia melihat jajarannya perlu membuatkan surat yang ditandatangani Mendagri Muhammad Tito Karnavian kepada seluruh gubernur di seluruh Indonesia tentang pencatatan kematian utamanya pada monitoring BPP.
Zudan menyadari pemerintah daerah biasanya berdalih tidak punya SKPD yang menangani soal itu.

Selanjutnya 1 2 3