Data E-Warong di Bone Diduga Bermasalah, Bank Mandiri Bungkam

BONEPOS.COM, BONE - Polemik Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang kini berubah nama menjadi program sembako 2020 dari Kementerian Sosial hingga saat ini di Kabupaten Bone, terus bergulir

Bukan tanpa sebab, beberapa hari terakhir muncul kabar bahwa E-warong yang ditunjuk langsung oleh Bank Mandiri sebagai penyalur program Sembako diduga bermasalah dan tidak sesuai dengan Pedum 2020 tentang bantuan sembako.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Boneposcom, banyak E-warong di Kabupaten Bone yang ditunjuk oleh bank penyalur dalam hal ini Bank Mandiri tidak sesuai persyaratan.

Karena berdasarkan Pedoman Umum (Pedum) 2020 bahwa seharusnya E-warong adalah usaha mikro kecil, dan koperasi, pasar tradisional, warung, toko kelontong, e-Warong KUBE, Warung Desa, Rumah Pangan Kita (RPK), Agen Laku Pandai, Agen Layanan Keuangan Digital (LKD) yang mana mereka semua menjual bahan pangan, atau usaha eceran lainnya namun yang terjadi di lapangan banyak tidak sesuai.

Pihak Bank Mandiri Cabang Bone yang mencoba dikonfirmasi sejumlah awak media di Bone untuk mempertanyakan hal ini hingga saat ini belum berhasil, padahal sudah 2 kali didatangi di kantornya di Jalan Mh. Tamrin Watampone namun satpam Bank Mandiri selalu mengatakan bila PJS Kacab Bank Mandiri tidak berada di tempat.

"Pak Kepala Cabang lagi sibuk, katanya kalau mau minta data E-warong, kita (wartawan-red) ke Parepare saja ketemu dengan Ibu Anti, dia itu Kabid Program BPNT, dia yang pegang data E-warong di Bone," terang satpam Bank Mandiri, Herfin Darmawan saat meneruskan pesan Halif ke awak media, Selasa (29/9/2020).

Koordinator Daerah (Korda) program BPNT, Akhiruddin yang ditemui di salah satu warkop juga mengeluhkan pihak Bank Mandiri yang susah berkoordinasi dan susah diajak komunikasi mengenai program milik pemerintah pusat tersebut.

"Sampai saat ini, saya sendiri belum pernah mencocokkan data jumlah E-warong yang saya miliki dengan data yang dipegang Bank Mandiri, sementara informasi yang saya dapat, data milik Bank Mandiri lebih 400 E-warong, sedangkan sesuai data yang saya miliki hanya 347, inilah yang mau diperjelas, tapi susahnya kita saja selaku mitra program ini susah sekali ketemu bahkan PjS yang sekarang belum pernah saya temui," ungkap Akhiruddin dengan nada sedikit kesal. (her/ril)