SD di Maros Bekali Guru Kemampuan Bikin Puisi di Tengah Pandemi

BONEPOS.COM, MAROS - Masa pandemi tak mengurangi kreativitas sekolah untuk meningkatkan kapasitas guru-gurunya. Seperti yang dilakukan SD 103 Inpres Hasanuddin Maros dengan melaksanakan workshop penulisan puisi yang diikuti 50-an guru selama sehari. Acara dibuka Kepala Dinas Pendidikan Takdir.

Dalam sambutannya, Takdir berharap pelatihan ini akan menambah kapasitas guru dalam keterampilan menulis puisi dan berharap terus berkarya dan jika memungkinkan membukukan puisi guru ini dalam bentuk buku.

Workshop ini dibawakan Lory Hendrajaya, praktisi kesenian di Maros sekaligus koordinator Rumah Dongeng chapter Maros bersama Ima Fatimah, salah seorang penulis Maros dan sekretaris Rumah Dongeng chapter Maros.

Selain memberikan motivasi pemateri juga memberi bekal bagaimana menulis puisi dengan mudah melalui pendekatan diksi yang kuat, memberanikan diri menulis, menjadikan kehidupan sehari hari sebagai tema puisi, dan menjadikan puisi dalam kehidupan sehari hari.

Lory berharap, workshop ini akan melahirkan penulis-penulis puisi di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan di SD Hasanuddin ini serta menjadikan ilmu puisi ini sebagai media mengajar di kelas.

Sementara Ima Fatimah berpesan bukan hanya terampil menulis puisi tapi juga bisa melahirkan karya dalam bentuk antologi puisi. Kumpulan karya puisi ini akan menjadi karya abadi dan akan terus tersimpan sampai waktu yang lama.

Sementara itu, Kepala UPTD SDN 103 Inp Hasanuddin, Wahidah sangat bersyukur workshop ini terlaksana sehingga walau masa pandemi, kreativitas dan penambahan wawasan guru tetap berjalan baik.

"Saya bangga pada guru guru yang tak henti belajar dan mengasah kemampuannya untuk menjadi guru hebat. Dan semoga workshop ini akan melahirkan penulis andal dari sekolah kami," tuturnya. (rls)