Waspada Gerakan Unjuk Rasa Tolak RUU Cipta Kerja Disusupi “Penumpang Gelap”, Ini Bahayanya

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Merdisyam bersama Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka dan Kabinda Sulsel Brigjen TNI Wing Handoko bertatap muka bersama para Ketua Serikat Buruh di Makassar, Kamis (8/10/2020).

Dalam Pertemuan itu, baik Kapolda Sulsel, Pangdam XIV Hasanuddin dan Kabibda Sulsel mengharapkan agar para buruh menjaga aksi unjuk rasa dari penyusupan kelompok yang menginginkan terjadinya anarkis

Pangdam IV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka menegaskan, TNI Polri berkewajiban menjaga stabilitas keamanan daerah.

Diakuinya, setiap penyampaian aspirasi masyarakat pasti memdapatkan pengawalan. Namun sebaliknya bila terdapat penyampaian aspirasi yang berujung anarkis, maka TNI Polri juga berkewajiban meredam aksi tersebut.

“Saya harap dan mengingatkan rekan buruh di lapangan untuk jangan terpancing terhadap orang yang memprovokasi, dan juga perlu diingat saat ini masih situasi pandemi Covid-19,” ujar Panglima Andi.

Sementara itu Kabinda Sulsel Brigjen TNI Wing Handoko menyampaikan apresiasi dan kerjasama para buruh yang menyuarakan aspirasi buruh.

Dia berharap penyampaian aspirasi tersebut bisa diterima anggota dewan, dan dapat dilaksanakan dengan aman dan terukur.

“Cuma saya ingin mengingatkan waspada kelompok yang ingin menyusupi, seperti Kelompok AMP, Anarko, Kelompok Tolak Otonomi Khusus, dan penumpang gelap lainnya, kita harus berkoordinasi lebih erat,” beber Kabinda.

Begitu pula Kapolda Sulsel yang mengharapkan agar para buruh dapat berkoordinasi dengan Polri lebih baik dan mengharapkan situasi kondusif secara bersama terus terjaga, serta mewaspadai pihak lain memancing dan memperkeruh suasana penyampaian aspirasi. (ril)