Petani Bawang di Enrekang Makin Produktif tanpa Beli Solar, Begini Alasannya

BONEPOS.COM, ENREKANG - PT PLN (Persero) terus melakukan upaya peningkatan produktifitas bagi petani bawang merah sekaligus mendukung sumber energi yang lebih hemat dan ramah lingkungan.

Salah satunya dengan meresmikan Program Layanan Petik Bawang Merah yang menggunakan Zero Private Genzet bagi petani di Desa Pekalobean, Kecamatan Anggeraja, Enrekang, Sulawesi Selatan.

Zero Private Genzet nantinya akan memberikan kemudahan serta biaya operasional lebih efisien dibandingkan genset bagi para petani Bawang merah di Desa Pekalobean.

Hal ini, dapat meminimalisir bahkan meniadakan pembelian solar untuk genset karena beralihnya ke Listrik PLN dan mengurangi penggunaan Pestisida 50 persen bahkan sampai 70 persen dengan adanya penggunaan Lampu Hama.

Turut hadir dalam peresmian, General Manager PLN UIW Sulselrabar Ismail Deu, Manager PLN UP3 Pinrang Rizky Ardiana, Bupati Enrekang yang diwakili Kepala Dinas Sosial Kabupaten Enrekang Zulkarnain Kara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Enrekang Addi serta Perwakilan Kelompok Tani (KT) yakni KT Pekalobean, KT Maiwa, KT Saruran dan KT Curio.

"PLN berharap dengan adanya program Petik Bawang Merah ini dapat meningkatkan kualitas dari pertanian bawang merah terkhususnya di Kabupaten Enrekang," jelas General Manager PLN UIW Sulselrabar, Ismail Deu.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Enrekang Zulkarnain Kara berujar, melalui Program Layanan Petik Bawang merah, PLN telah memberikan inovasi yang istimewa di sektor pertanian yang nantinya akan meningkatkan taraf hidup petani bawang.

Kepala dinas Pertanian Kab. Enrekang, Addi melanjutkan, pihaknya sangat mengapresiasi dengan adanya Program Layanan Petik Bawang Merah yang bisa mengurangi tingkat penggunaan pestisida di Desa Pekalobean.

"Kami sebut listrik masuk kebun, dimana listrik ini sangatlah bermanfaat, selain untuk irigasi pengairan. Sekarang program ini dapat mengurangi tingkat penggunaan pestisida dengan adanya inovasi Lampu Hama," beber Addi.

Program Layanan Petik Bawang Merah memiliki tiga Program unggulan yakni; Program pompanisasi irigasi pengairan kebun bawang, dengan adanya program ini petani lebih hemat sekitar 35 ribu perhari.
Misalnya menggunakan genset membutuhkan sekitar 12-14 liter solar atau 72 ribu per hari dibandingkan penggunaan yang hanya membutuhkan sekitar 22.5 kwh atau 37 ribu per hari, kedua Program Lampu hama (Penangkap dan pengusir Hama), dengan adanya program ini petani lebih hemat sekitar 5.5 juta per panen setiap 4 bulan. Penggunaan tanpa lampu hama, petani membutuhkan 13 juta per panen sedangkan lampu hama membutuhkan sekitar 6,8 juta per panen, dan ketiga Program penyiraman kebun bawang, dengan adanya program ini petani lebih hemat sekitar 13 ribu perhari.

Misalnya, menggunakan genset membutuhkan sekitar 19 ribu perhari, dibandingkan penggunaan Pompa listrik yang hanya 6 ribu per hari. (ril)