Asal Mula Hari Kesehatan Mental Dunia

BONEPOS.COM - Sering diabaikan, Hari Kesehatan Mental Dunia jatuh pada tanggal 10 Oktober 2020.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan mental adalah salah satu bidang kesehatan masyarakat yang paling terabaikan. Hampir 1 miliar di dunia memiliki gangguan kesehatan mental, 3 juta orang meninggal setiap tahun akibat penggunaan alkohol yang berbahaya dan satu orang meninggal setiap 40 detik karena bunuh diri.

Saat ini, miliaran orang di seluruh dunia telah terpengaruh oleh pandemi Covid-19, yang berdampak lebih jauh pada kesehatan mental masyarakat.

Organisasi kesehatan dunia atau WHO merilis Hari Kesehatan Mental Dunia 2020 yang bertepatan dengan mewabahnya Covid-19.

Diperingati pertama kali pada 10 Oktober 1992. Ini dimulai sebagai kegiatan tahunan Federasi Dunia untuk Kesehatan Mental (WFMH) oleh Wakil Sekretaris Jenderal Richard Hunter. Hari tersebut secara resmi diperingati setiap tahun pada tanggal 10 Oktober.

Pada awalnya, Hari Kesehatan Mental Dunia tidak memiliki tema khusus. Tujuannya adalah untuk mempromosikan advokasi kesehatan mental dan mendidik publik tentang isu-isu yang relevan.

Dalam tiga tahun pertama salah satu kegiatan utamanya adalah siaran dua jam secara global melalui sistem satelit badan informasi AS dari studio di Talahassee, Florida.

Pada tahun 1994, atas saran Sekretaris Jenderal Eugene Brody saat itu, tema Hari Kesehatan Mental Sedunia ditentukan untuk pertama kalinya, yaitu "Meningkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Mental di Seluruh Dunia".

Pada tahun 1995 berbagai acara internasional dilakukan untuk memperingati Hari Kesehatan Mental, mulai dari rangkaian acara selama sebulan di Mesir, hingga konferensi yang diadakan oleh Federasi Prancis untuk Kesehatan Mental di Kementerian Kesehatan, hingga sebuah perayaan komunitas di Kepulauan Mikronesia kecil di Pasifik.

Setiap tahun, Hari Kesehatan Mental Sedunia kemudian diperingati dengan tema. Tahun lalu, temanya adalah "Promosi Kesehatan Mental 2019 dan Pencegahan Bunuh Diri".